Spanyol Tetap Berkomitmen dalam NATO meski Diancam Trump

- Spanyol menegaskan tetap tenang menghadapi ancaman Donald Trump dan mempertahankan komitmennya dalam NATO meski hubungan dengan AS memanas akibat penolakan operasi militer di Iran.
- Menteri Pertahanan Margarita Robles menegaskan Spanyol mengikuti aturan NATO, menghormati hukum internasional, serta menolak ikut perang ilegal yang tidak memiliki dasar hukum sah.
- Donald Trump mengancam menarik pasukan AS dari Spanyol dan Italia karena menilai kedua negara kurang mendukung langkah militer AS terhadap Iran.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles mengatakan bahwa Spanyol tetap tenang dalam menghadapi ancaman baru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Menurutnya, pernyataan Trump tidak diperlukan..
“Spanyol tetap tenang dalam menghadapi ancaman ini. Kami menghormati pernyataan tersebut dengan keteguhan. Posisi Spanyol tidak berubah dalam perang Iran. Dia tidak punya kerangka hukum apapun untuk mengancam,” terangnya, dikutip dari EFE, Sabtu (2/5/2026).
Beberapa bulan terakhir, hubungan AS dan Spanyol memanas. Sebab, Spanyol menolak ikut dan tidak mengizinkan pangkalan militernya digunakan dalam operasi militer di Iran.
1. Spanyol ikut aturan di dalam NATO

Robles mengatakan bahwa tidak menerima segala bentuk pelajaran dari AS. Sebab, Spanyol adalah negara yang berkomitmen kuat dan tetap tenang karena mengikuti seluruh aturan dalam aliansi militer NATO.
“Kami tidak dapat menerima pelajaran dari negara lain. Maka dari itu, Uni Eropa (UE) harus melanjutkan strategi dalam memperkuat pertahanan dan keamanannya,” tuturnya.
Sebelumnya, Robles sudah membela posisi Spanyol di dalam NATO. Ia mengatakan, Spanyol adalah sekutu yang dapat diandalkan dan berkomitmen kuat di dalam aliansi, serta terlibat dalam berbagai misi penting.
2. Robles sebut Spanyol tahu apa yang dilakukannya

Robles memastikan bahwa Spanyol tahu dengan jelas apa yang dilakukannya. Menurutnya, Spanyol berkomitmen kuat pada perdamaian dan menghormati hukum internasional yang dipromosikan NATO.
Robles memastikan, Spanyol tidak dapat diminta ikut dalam perang ilegal yang tidak tertuang dalam hukum internasional. Ia menghormati semua negara sekutu, tapi menyebut hanya sedikit negara yang mau berkomitmen kuat seperti Spanyol.
Dilansir DPA International, Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan bahwa negaranya tetap loyal pada NATO. Ia menolak adanya ancaman penangguhan keanggotaan Spanyol dalam NATO.
3. Trump ancam tarik tentara AS dari Spanyol dan Italia

Sehari sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan akan menarik pasukan AS dari Spanyol dan Italia. Menurutnya, langkah itu tepat karena kurangnya dukungan dari kedua negara Eropa tersebut terhadap perang di Iran.
“Tentu saja, mungkin begitu. Kenapa saya tidak melakukannya? Italia tidak membantu apapun dan Spanyol sudah sangat buruk. Ketika kami membutuhkan mereka, mereka tidak ada. Kami akan mengingat itu,” katanya.
















