Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Spanyol-Prancis Kecam Serangan Ekstremis Israel ke Biarawati di Yerusalem

Spanyol-Prancis Kecam Serangan Ekstremis Israel ke Biarawati di Yerusalem
ilustrasi biarawati (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)
Intinya Sih
  • Spanyol dan Prancis mengecam serangan ekstremis Israel terhadap biarawati Prancis di Yerusalem serta menuntut Israel menjamin kebebasan beribadah dan menghukum pelaku kekerasan.
  • Polisi Israel menangkap pria 36 tahun yang menyerang biarawati di dekat Makam Daud, sementara pemimpin gereja menilai insiden itu bagian dari pola kekerasan terhadap umat Kristen.
  • Laporan menunjukkan peningkatan serangan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem Timur dan Israel, dengan gereja-gereja mendesak pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi intoleransi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Spanyol dan Prancis, pada Sabtu (2/5/2026), mengecam serangan ekstremis Israel terhadap seorang biarawati Prancis yang terjadi di Yerusalem baru-baru ini. Keduanya mendesak agar pelaku dimintai pertanggungjawaban.

“Israel harus menjamin kebebasan beribadah, menghormati status quo di Yerusalem, dan mengambil tindakan untuk mencegah tindakan kekerasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Spanyol, dikutip dari TRT.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyebut serangan itu sebagai tindakan keji.

“Hukuman harus setimpal agar tindakan anti-Kristen yang kian marak di Tanah Suci dapat dihentikan—tindakan yang, bagi Prancis yang berkomitmen pada misi historisnya untuk melindungi komunitas Katolik dan situs-situs suci, tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun,” tulis Barrot di media sosial X.

1. Polisi Israel sebut telah menangkap pelaku penyerangan

ilustrasi penangkapan (pexels.com/)
ilustrasi penangkapan (pexels.com/)

Sebelumnya, pada Jumat (1/5/2026), polisi Israel mengumumkan telah menangkap seorang pria berusia 36 tahun yang terekam dalam video menyerang biarawati asal Prancis di dekat Makam Daud, sebuah situs suci di luar Gerbang Zion di sisi selatan Kota Tua, pada Rabu (29/4/2026). Biarawati berusia 48 tahun adalah seorang peneliti di Sekolah Prancis untuk Studi Biblika dan Arkeologi di Yerusalem.

“Seorang biarawati asal Prancis berusia 48 tahun yang juga peneliti di Sekolah Prancis untuk Studi Biblika dan Arkeologi di Yerusalem dikejar oleh seorang pria yang kemudian mendorongnya hingga terjatuh ke tanah dan menendangnya,” tulis Vatikan di situs berita resminya.

Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem, Uskup Agung Atallah Hanna, turut mengutuk serangan tersebut. Ia mengatakan bahwa serangan semacam itu bukan lagi insiden yang terisolasi, melainkan bagian dari pola berulang yang mengancam eksistensi umat Kristen di Kota Suci.

2. Warga Israel yang terlibat penyerangan kerap mendapat impunitas

kompleks Masjid Al-Aqsa (pixabay.com/UmmePhotos)
kompleks Masjid Al-Aqsa (pixabay.com/UmmePhotos)

Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki Israel merupakan rumah bagi beberapa situs paling suci bagi umat Yahudi, Kristen, dan Muslim. Kawasan ini kerap menjadi titik rawan ketegangan karena akses dan kepemilikan situs-situs tersebut terkait erat dengan klaim sejarah dan politik yang menjadi inti konflik Israel-Palestina.

Israel sendiri mengklaim kompleks Masjid Al-Aqsa, masjid tersuci ketiga bagi umat Islam, dibangun di atas kuil Yahudi kuno tanpa memberikan bukti.

Dilansir dari The New Arab, Wadie Abunassar, koordinator Forum Kristen Tanah Suci, menyebut serangan yang menargetkan umat Kristiani sebagai fenomena yang terus berkembang. Ia mengatakan bahwa kasus penyerangan terhadap biarawati tersebut dapat direspons cepat karena peristiwa itu terekam dalam video.

“Sering kali dalam kasus seperti ini tidak ada penangkapan, dan jika pun ada, terkadang setelah 1-2 hari (para tersangka) dibebaskan. Dalam beberapa kasus, polisi tidak merekomendasikan penuntutan untuk mengajukan dakwaan atau menjerat mereka. Dan dalam beberapa kasus lain, ketika ada dakwaan, tuntutannya ringan," jelas Abu Nassar.

3. Serangan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem Timur dan Israel meningkat

tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza
tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza (IDF Spokesperson's Unit)

Menurut Rossing Center for Education and Dialogue, serangan terhadap komunitas Kristen di Yerusalem Timur yang diduduki dan Israel telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dilansir dari Al Jazeera, gereja-gereja di Yerusalem telah berulang kali meminta pemerintah Israel mengambil tindakan tegas untuk menghentikan serangan tersebut.

Pada April 2026, sebuah foto yang memperlihatkan tentara Israel menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Militer Israel kemudian mencopot tentara tersebut dari tugasnya dan menjatuhkan hukuman penjara selama 30 hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More