Jakarta, IDN Times- Ratusan demonstran Israel turun ke jalanan Tel Aviv, Haifa, dan Yerusalem untuk menentang perang melawan Iran. Aksi protes pada Sabtu (28/3/2026) malam tersebut berlangsung panas karena memicu bentrokan fisik dengan aparat kepolisian setempat. Para pengunjuk rasa mengkritik perang di Iran karena dinilai tidak memiliki tujuan yang jelas.
Pasukan keamanan diterjunkan untuk membubarkan kerumunan massa yang berkumpul secara ilegal di tengah status darurat nasional. Polisi pada akhirnya menahan belasan pengunjuk rasa karena dituduh telah memicu kerusuhan dan mengganggu ketertiban umum.
"Tidak ada yang memikirkan bagaimana kita akan keluar dari masalah ini, dan sama sekali tidak ada akhir yang terlihat. Ini semua tak lebih dari sekadar bagian rencana permainan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," tutur pengunjuk rasa bernama Joanne Levine, dilansir France24.
