Israel Klaim Berhasil Serang 40 Situs Produksi Senjata Iran

- Israel mengklaim berhasil menyerang 40 situs produksi senjata Iran dengan 80 bom yang diluncurkan lewat jet tempur selama dua hari pada akhir Maret 2026.
- Selain fasilitas senjata, Israel juga menyerang infrastruktur energi di Teheran dan Alborz, menyebabkan pemadaman listrik sementara sebelum akhirnya pasokan kembali normal.
- Serangan ini terjadi di tengah memanasnya perang Iran dengan AS dan Israel, sementara upaya diplomasi AS melalui proposal perdamaian masih ditolak oleh Iran.
Jakarta, IDN Times - Israel mengklaim berhasil meluncurkan serangan udara ke 40 situs produksi senjata milik Iran. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Senin (30/3/2026).
Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, mereka berhasil membasmi situs produksi, riset, dan pengembangan senjata Iran menggunakan 80 bom yang diluncurkan lewat jet tempur. Serangan tersebut dilakukan selama dua hari terakhir ini, yakni pada Sabtu (28/3/2026) dan Minggu (29/3/2026) pekan lalu.
1. Situs yang diserang Israel memproduksi berbagai jenis senjata

Menurut IDF, serangan ini dilakukan agar Iran kehabisan senjata untuk menyerang mereka. Jika situs-situs tadi diserang, produksi senjata Iran akan berkurang sehingga kekuatan mereka untuk menyerang Israel dan Amerika Serikat akan menurun.
Situs-situs yang sudah diserang Israel tadi dikabarkan memproduksi berbagai jenis senjata untuk pasukan militer Iran. Beberapa di antaranya, seperti rudal balistik, komponen kendaraan lapis baja, dan mesin peluncur rudal.
Situs-situs ini sangat berperan penting bagi Iran. Sebab, situs-situs tersebutlah yang membantu Iran untuk memproduksi senjata agar bisa melawan AS dan Israel sejak perang pecah pada 28 Februari 2026 lalu.
2. Israel juga menyerang fasilitas energi Iran pada pekan lalu

Selain menyerang situs produksi senjata, pekan lalu, IDF dikabarkan juga menyerang fasilitas energi Iran yang ada di Provinsi Teheran dan Alborz. Serangan tersebut membuat sejumlah wilayah di Teheran, Alborz, dan di Kota Karaj kehilangan pasokan listrik.
"Beberapa menit yang lalu, menyusul serangan (dari) musuh Amerika dan Zionis terhadap fasilitas industri listrik di Provinsi Teheran dan Alborz, aliran listrik terputus di beberapa daerah tersebut," kata Kementerian Energi Iran dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Jerusalem Post.
Kendati begitu, pasokan listrik di wilayah-wilayah tadi kini sudah kembali pulih. Sebab, pihak berwenang langsung turun ke lokasi serangan untuk memperbaiki pembangkit listrik yang terkena serangan IDF.
3. Perang antara Iran dengan AS dan Israel makin panas

Semua serangan tadi terjadi di saat perang antara Iran dengan AS dan Israel makin panas. Sebab, AS dan Israel hingga kini masih menyerang Iran.
Berbeda dengan Israel, AS kini sebetulnya sudah menurunkan intensitas serangan terhadap Iran. Sebab, AS ingin Iran bernegosiasi dengan mereka untuk mengakhiri perang. Namun, Iran selalu menolak.
Untuk mengakhiri perang, AS juga sudah memberikan proposal perdamaian kepada Iran. Proposal tersebut diserahkan ke Iran lewat perantara yang ada di Pakistan. Sayangnya, setelah melakukan peninjauan, Iran memutuskan untuk menolak proposal tersebut karena dinilai hanya menguntungkan AS.
Namun, dalam konferensi pers yang digelar di pesawat Air Force One pada Minggu (29/3/2026), Presiden AS, Donald Trump, memberikan pernyataan berbeda. Ia mengklaim Iran sudah menyetujui proposal perdamaian yang diusulkan oleh AS beberapa waktu lalu.

















