Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Politisi AS Desak Pemerintah Ungkap Fakta Senjata Nuklir Israel
ilustrasi senjata nuklir (unsplash.com/Stephen Cobb)
  • Sebanyak 30 anggota parlemen Demokrat AS mendesak pemerintah mengungkap program senjata nuklir Israel di tengah konflik dengan Iran, menilai kebijakan bungkam mengganggu stabilitas kawasan.
  • Israel diyakini memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir dan stok plutonium besar, namun tetap menolak bergabung dengan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir serta menjaga ambiguitas soal kekuatan militernya.
  • Program nuklir Israel dimulai sejak 1950-an dengan bantuan Prancis dan disembunyikan lewat kesepakatan rahasia Nixon-Meir tahun 1969 yang membuat AS menutup mata terhadap keberadaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 30 anggota parlemen dari Partai Demokrat mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengungkap program senjata nuklir Israel. Tuntutan ini muncul akibat memanasnya perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Mereka mengirim surat desakan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (5/5/2026). Anggota parlemen merasa publik harus tahu fakta sebenarnya mengingat negara mereka terlibat langsung dalam konflik tersebut.

1. Tuntutan transparansi di tengah konflik

Gedung Capitol (unsplash.com/Harold Mendoza)

Para anggota parlemen menilai kebijakan bungkam soal nuklir Israel mengganggu stabilitas regional. Pemerintah AS dianggap tidak mungkin bisa membuat kebijakan nonproliferasi nuklir yang jelas di kawasan Timur Tengah.

"Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak mana pun dalam konflik ini, dan perencanaan serta rencana darurat pemerintah untuk skenario tersebut," bunyi surat yang ditandatangani oleh 30 anggota parlemen, dilansir Al Jazeera.

Mereka menuntut detail terperinci mengenai jumlah hulu ledak, peluncur, dan fasilitas pengayaan nuklir Israel. Pusat Penelitian Nuklir Negev di area Dimona menjadi fokus utama dalam surat tersebut.

Pemerintah AS juga dituntut untuk berhenti menerapkan standar ganda terhadap sekutu utamanya. Selama ini pemerintah selalu terbuka mengomentari program senjata nuklir milik negara lain seperti Prancis, Rusia, dan China.

2. Israel diperkirakan memiliki 90 hulu ledak nuklir

ilustrasi bendera Israel. (unsplash.com/Taylor Brandon)

Israel saat ini diyakini telah memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir. Mereka terus mempertahankan kebijakan ambiguitas tanpa pernah membenarkan atau membantah keberadaan senjata tersebut.

Negara tersebut juga menyimpan stok plutonium seberat 750 hingga 1.110 kilogram. Jumlah material fisi tersebut diperkirakan cukup untuk memproduksi sekitar 187 hingga 277 senjata nuklir baru.

Kapasitas militer nuklir Israel turut didukung oleh armada peluncuran yang canggih. Mereka diperkirakan memiliki enam kapal selam dan sejumlah rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai jarak tembak 4.800 hingga 6.500 kilometer.

Semua fasilitas militer dan senjata ini tidak pernah dipantau langsung oleh dunia internasional. Sebab, pemerintah Israel menolak keras untuk bergabung dengan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir.

3. Program senjata nuklir Israel dimulai sejak 1950-an

Pusat Penelitian Nuklir Negev di area Dimona, Israel (American reconnaissance satellite KH-4 CORONA, Public domain, via Wikimedia Commons)

Program pembuatan senjata nuklir Israel sebenarnya telah dirintis sejak 1950-an. Pembangunan awal kompleks nuklir Dimona terbantu oleh dukungan diam-diam dari pemerintah Prancis.

AS mulai menutup mata terhadap keberadaan program ini setelah menjalin kesepakatan rahasia pada tahun 1969. Presiden Richard Nixon dan Perdana Menteri Golda Meir sepakat AS tidak akan menekan Israel jika program tersebut dirahasiakan.

"AS menerima status nuklir Israel selama Israel berkomitmen menjaga kehadirannya agar tidak terlihat. Kesepakatan ini dikenal luas sebagai kesepakatan nuklir Nixon-Meir 1969," tutur sejarawan Avner Cohen, dilansir Middle East Eye.

Rahasia nuklir Israel sempat bocor ke publik pada tahun 1986 berkat aksi mantan teknisi bernama Mordechai Vanunu. Saat itu, ia memberikan bukti cetak berupa 60 foto fasilitas nuklir Dimona kepada media Inggris, The Sunday Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team