Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026.
Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Intinya sih...

  • Komitmen Indonesia pada multilateralisme

  • Sugiono menilai multilateralisme telah terbukti bekerja dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat manusia. Namun, ia mengakui arsitektur multilateralisme saat ini menghadapi ancaman serius karena tertinggal dari realitas geopolitik, ekonomi, dan keamanan global yang bergerak jauh lebih cepat.

  • Indonesia terus dorong reformasi PBB

  • Menlu RI mengatakan, momentum 80 tahun berdirinya PBB menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk terlibat aktif dalam berbagai inisiatif reformasi organisasi dunia tersebut. Tantangan utama PBB saat ini adalah memastikan agenda reformasi dapat dijalankan secara nyata agar lembaga tersebut tetap mamp

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengumumkan Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029–2030. Pencalonan tersebut disampaikan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Sugiono, langkah ini mencerminkan keyakinan Indonesia yang konsisten terhadap multilateralisme sekaligus komitmen nyata untuk terus berperan aktif dalam memperkuat dan mereformasi sistem multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia menegaskan, meski multilateralisme tengah menghadapi tekanan serius, Indonesia tidak melihat jalan keluar dengan menarik diri dari sistem, melainkan justru mendorong perubahan dari dalam agar PBB tetap relevan dan berdampak.

Pencalonan Indonesia ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan sistem internasional tetap berfungsi di tengah meningkatnya tantangan geopolitik, ekonomi, dan keamanan global.

1. Komitmen Indonesia pada multilateralisme

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono menilai multilateralisme telah terbukti bekerja dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat manusia. Namun, ia mengakui arsitektur multilateralisme saat ini menghadapi ancaman serius karena tertinggal dari realitas geopolitik, ekonomi, dan keamanan global yang bergerak jauh lebih cepat.

“Indonesia tidak akan menggantungkan kepentingan nasional pada multilateralisme yang tidak bekerja. Namun, Indonesia juga tidak akan menyerahkan masa depannya pada dunia tanpa aturan,” ujar Sugiono.

Ia menambahkan komitmen Indonesia untuk kembali maju sebagai calon anggota tidak tetap DK PBB berangkat dari keyakinan bahwa reformasi PBB harus diwujudkan secara konkret, bukan sekadar menjadi wacana.

“PBB harus lebih responsif, efisien, dan berdampak nyata di lapangan,” tegas Sugiono.

2. Indonesia terus dorong reformasi PBB

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Menlu RI mengatakan, momentum 80 tahun berdirinya PBB menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk terlibat aktif dalam berbagai inisiatif reformasi organisasi dunia tersebut.

Menurutnya, tantangan utama PBB saat ini adalah memastikan agenda reformasi dapat dijalankan secara nyata agar lembaga tersebut tetap mampu menjawab krisis global yang semakin kompleks.

“Atas dasar inilah, Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2029–2030,” kata Sugiono.

Ia menekankan, pencalonan ini bukan didorong oleh kepentingan prestise, melainkan sebagai upaya menjaga agar sistem internasional tetap bekerja di tengah tekanan dan fragmentasi global yang semakin besar.

3. Mulai kampanye dan rekam jejak Indonesia

Menlu Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam kesempatan terpisah usai agenda PPTM 2026, Sugiono mengatakan, Indonesia akan segera memulai kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB dengan menghimpun dukungan dari negara-negara anggota PBB lainnya.

“Kita akan mulai kampanye saja dulu, tentu untuk menghimpun dukungan dari negara anggota PBB lain,” ucap Sugiono.

Ia memastikan pemerintah akan melakukan pendekatan diplomatik secara intensif untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan internasional terhadap pencalonan tersebut.

Indonesia sebelumnya telah empat kali menjabat sebagai anggota tidak tetap DK PBB, yakni pada periode 1973–1974, 1995–1996, 2007–2008, dan 2019–2021. Indonesia juga pernah memegang presidensi DK PBB pada Agustus 2020.

Pengalaman tersebut, kata Sugiono, menjadi modal penting bagi Indonesia untuk kembali berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional melalui Dewan Keamanan PBB.

Editorial Team