Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Argentina, Javier Milei (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Argentina, Javier Milei (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Kericuhan pecah antara pendukung Milei dan kelompok oposisi di Lomas de Zamora.

  • Pemerintah Argentina menuding kubu oposisi berada di balik serangan terkoordinasi tersebut.

  • Pemilu sela Argentina digelar Oktober 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Argentina, Javier Milei, mendapat serangan berupa lemparan batu, botol, dan tanaman ketika berkampanye di Lomas de Zamora pada Rabu (27/8/2025). Kota itu terletak sekitar 20 kilometer di selatan Buenos Aires dan menjadi salah satu titik kampanyenya menjelang pemilu sela Oktober.

Saat berdiri di belakang mobil bak terbuka untuk melambaikan tangan ke pendukung, rombongan Milei tiba-tiba dihujani benda-benda keras oleh para demonstran.

Di dalam kendaraan, Milei bersama sang adik sekaligus kepala staf, Karina Milei, serta sejumlah pejabat lain langsung dievakuasi oleh pengawal. Mobil itu tancap gas usai sebuah batu menghantam kapnya, sementara massa meneriakkan “Keluar Milei!” dengan lantang, dilansir dari DW.

1. Pendukung Milei dan kelompok oposisi bentrok

Setelah serangan, kericuhan pecah antara pendukung Milei dan kelompok oposisi di Lomas de Zamora. Kawasan ini dikenal sebagai basis kuat oposisi Peronis sehingga suasana semakin panas. Seorang perempuan pendukung Milei dilaporkan mengalami cedera tulang rusuk dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Pemerintah Argentina menuding kubu oposisi berada di balik serangan terkoordinasi tersebut. Milei kemudian mengunggah foto dirinya mengacungkan jempol sebagai simbol keteguhan meski mendapat perlawanan. Sementara itu, juru bicara kepresidenan, Manuel Adorni, menulis di X bahwa tak ada satu pun anggota rombongan yang mengalami luka.

2. Skandal korupsi yang membayangi Karina Milei

Insiden penyerangan itu terjadi ketika Karina Milei tengah diterpa isu korupsi. Skandal bermula dari rekaman audio yang bocor dari Diego Spagnuolo, eks kepala badan disabilitas publik Argentina. Ia menuduh Karina menyalahgunakan dana yang seharusnya ditujukan bagi penyandang disabilitas.

Beberapa jam sebelum insiden terjadi, Javier Milei telah menanggapi tudingan tersebut di hadapan wartawan.

“Semua yang [Spagnuolo] katakan adalah kebohongan. Kami akan membawanya ke pengadilan dan membuktikan bahwa dia berbohong,” ujarnya dikutip The Guardian.

Milei itu menekankan bahwa tuduhan itu bagian dari serangan politik yang ditujukan kepada lingkaran dalamnya.

3. Konteks politik dan pemilu yang menanti

Kampanye Milei berfokus pada pemilu sela 26 Oktober 2025 yang akan menjadi ujian penting bagi kepemimpinannya sejak menjabat pada Desember 2023. Ekonom libertarian itu naik ke tampuk kekuasaan dengan janji memperbaiki ekonomi Argentina yang rapuh melalui pemangkasan anggaran besar-besaran, termasuk pemotongan layanan disabilitas. Kebijakan kerasnya telah menurunkan inflasi tinggi sekaligus mencatatkan surplus anggaran negara.

Selain itu, pemilu lokal di Provinsi Buenos Aires dijadwalkan lebih awal pada 7 September 2025. Momentum ini memberi peluang bagi Milei untuk memperluas pengaruh di wilayah yang selama ini dikuasai oposisi.

Seorang pensiunan bernama Ramon, yang enggan menyebutkan nama lengkapnya, menilai kehadiran Milei sebagai bentuk provokasi dan berpendapat bahwa presiden itu seharusnya meninggalkan daerah tersebut.

Di sisi lain, Ariel Ferrari yang merupakan pendukung Milei sekaligus pakar komunikasi, menyampaikan bahwa ia datang untuk membela gagasan-gagasan Milei. Ia menilai ide-ide tersebut bertujuan membebaskan Amerika Latin serta dunia dari pengaruh sosialisme dan Marxisme yang dianggap gagal. Pandangan yang saling bertolak belakang ini menunjukkan kuatnya polarisasi politik menjelang pemilu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team