Jakarta, IDN Times - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengumumkan status darurat energi nasional di negaranya. Hal ini diambil menyusul kekhawatiran pada konflik timur tengah seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (24/3/2026).
Konflik menciptakan ketidakpastian di pasar energi global, gangguan rantai pasokan yang parah, dan volatilitas serta tekanan kenaikan yang signifikan pada harga minyak internasional. Maka hal ini menimbulkan ancaman terhadap keamanan energi negara.
Sekretaris Energi Filipina Sharon Garin sebelumnya menjelaskan bahwa negara itu punya pasokan bahan bakar sekitar 45 hari berdasarkan tingkat konsumsi saat ini.
