Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Petro akan mengadakan kunjungan ke AS tahun ini, koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri kedua negara.

  • Sebut AS akan mencari perang baru karena ekonominya tergantung pada minyak dan batu bara.

  • Gerilya Kolombia bersatu untuk lawan ancaman AS, pemimpin pecahan FARC dan ELN mengecam serangan militer AS ke Venezuela.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sudah mempersiapkan operasi militer ke Kolombia. Rencana itu disiapkan sebelum keduanya memutuskan untuk meredam ketegangan. 

“Pesan Trump sebelumnya adalah mempersiapkan sesuatu sekarang, merencanakan sebuah operasi militer. Dia mengatakan hal tersebut lewat telepon, tapi itu bisa jadi kesalahan,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times, Sabtu (10/1/2026). 

Beberapa bulan terakhir hubungan AS dan Kolombia terus menegang imbas penerjunan militer ke Laut Karibia. Petro juga sempat mengatakan Trump sudah mempersiapkan invasi militer ke Venezuela. 

1. Petro akan mengadakan kunjungan ke AS tahun ini

ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)

Petro mengatakan bahwa ia akan mengadakan kunjungan resmi ke AS pada tahun ini. Pertemuan antara Petro dan Trump sudah dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri kedua negara. 

Dilansir Colombia One, Petro menyatakan akan tidak ingin menyulut tensi dengan Trump, tapi tetap akan berbicara soal isu sensitif. Ia mengonfirmasi akan tetap melanjutkan kontak dengan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. 

Presiden Kolombia itu mengkhawatirkan soal kurangnya komunikasi antara Washington dan sejumlah pemimpin di Amerika Latin. Tindakan ini akan memperluas ketegangan di Benua Amerika. 

2. Sebut AS akan mencari perang baru karena ekonominya tergantung pada minyak

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Pada saat yang sama, Petro menyampaikan bahwa AS akan terus melanjutkan untuk mencari konflik militer baru di luar negeri. Sebab, ekonomi AS bergantung pada bahan bakar fosil, terutama minyak dan batu barat. 

“Selama ekonomi AS bergantung pada minyak dan batu barat dan 70 persen dari matriks energi, maka mereka akan terus mencari jalan peperangan untuk kedua sumber daya alam tersebut,” paparnya. 

Meskipun tensi AS-Kolombia sudah meredam, Petro masih mengkhawatirkan soal keberadaan militer AS di Amerika Latin. Ia menyebut, dalam sejarahnya Kolombia sempat kehilangan teritori akibat tekanan militer dari AS. 

3. Gerilya Kolombia bersatu untuk lawan ancaman AS

Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)

Pemimpin Estado Mayor Central (EMC), Ivan Mordisco menyerukan aliansi dengan ELN untuk melawan agresi militer AS. Pemimpin kelompok pecahan FARC itu mengundang beberapa pemberontak lain dalam pertemuan darurat usai serangan AS di Venezuela. 

“Kami mengajak Anda untuk ikut dalam pertemuan darurat komandan di Kolombia. Sudah cukup pada intervensi militer, cukup untuk dominasi budaya. Biarkan semua bentuk agresi imperialisme AS berakhir,” kata Mordisco. 

Sebelumnya, pecahan FARC dan ELN sudah mengecam serangan militer AS ke Venezuela pekan lalu. ELN bahkan sudah menyatakan solidaritas kepada pemerintah Venezuela atas pelanggaran kedaulatan negara. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team