Presiden Kolombia Tak Gentar Jika Diserang AS, Bakal Angkat Senjata!

- Donald Trump menuduh Gustavo Petro terlibat dalam perdagangan narkoba
- Gustavo Petro menepis tuduhan Donald Trump kepadanya soal perdagangan narkoba
- Kolombia memang menjadi produsen Kokain terbesar di dunia
Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengatakan dirinya tak gentar jika Amerika Serikat menyerang negaranya seperti yang terjadi di Venezuela. Petro berjanji bakal membalas AS jika mereka benar-benar menyerang Kolombia suatu saat nanti.
"Sebenarnya, aku sudah bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi. Namun, demi tanah air, aku akan mengangkat senjata lagi," kata Petro melalui unggahan di laman X pribadinya pada Senin (5/1/2026), seperti dilansir Euronews.
1. Donald Trump menuduh Gustavo Petro terlibat dalam perdagangan narkoba

Pernyataan ini merupakan tanggapan Gustavo Petro terhadap ancaman terbuka yang datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (4/1/2026) lalu. Saat itu, Trump mengancam AS akan menyerang Kolombia sebagaimana mereka menyerang Venezuela.
Ini karena Trump menduga Gustavo Petro juga terlibat dalam perdagangan narkoba internasional seperti yang dilakukan Nicolas Maduro di Venezuela. Bahkan, dalam pernyataannya, pria berusia 79 tahun itu menuduh Petro menjadi salah satu pemasok narkoba ke AS.
"Kolombia dipimpin oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dia memiliki pabrik dan tempat produksi kokain. Dia tak akan bisa terus melakukannya dalam waktu lama,” ujar Trump dilansir The Guardian.
2. Gustavo Petro menepis tuduhan Donald Trump kepadanya soal perdagangan narkoba

Gustavo Petro sendiri sudah menepis tuduhan liar yang dilontarkan Donald Trump kepadanya. Petro menegaskan dirinya tak pernah terlibat perdagangan narkoba jenis apa pun. Apalagi, selama memimpin Kolombia, ia juga punya kebijakan antinarkoba.
Kebijakan inilah yang membuat AS menjadikan Kolombia sebagai sekutu untuk memerangi perdagangan narkoba di Benua Amerika. Namun, sejak Trump menjabat sebagai presiden, hubungan Kolombia dan AS malah memanas. Ini karena Trump tiba-tiba menuduh Petro terlibat dalam perdagangan narkoba.
Imbas tuduhan ini, Trump menghapus Kolombia dari daftar negara sekutu untuk memerangi perdagangan narkoba di AS dan di Kawasan Amerika. Tak hanya itu, Trump juga sudah memberi sanksi keuangan kepada Petro dan keluarganya karena diduga terlibat perdagangan narkoba.
3. Kolombia memang menjadi produsen Kokain terbesar di dunia

Kolombia memang merupakan produsen narkoba jenis Kokain terbesar di dunia. Roda produksi dan perdagangan narkoba di negara itu dinahkodai oleh berbagai gangster bersenjata.
Beberapa di antaranya, seperti Gulf Clan, National Liberation Army (ELN), dan Revolutionary Armed Forces of Colombia (Farc). Kelompok-kelompok ini terkenal sangat berbahaya dan tak tersentuh oleh hukum.
Meski Kolombia terkenal sebagai produsen narkoba, Gustavo Petro dinilai tak terlibat di dalamnya. Sebab, sejak mulai menjabat sebagai Presiden Kolombia pada 2022, tak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Petro dalam produksi dan perdagangan narkoba, baik secara nasional maupun internasional.

















