Jakarta, IDN Times - Presiden Moldova, Maia Sandu menolak dimasukkan dalam nominasi Nobel Perdamaian. Menurutnya, tentara Ukraina yang ditawan Rusia yang berhak menerima penghargaan tersebut.
“Hari ini, saya melihat tawanan perang Ukraina yang kembali dari Rusia. Mereka yang sebenarnya berhak mendapatkan penghargaan tersebut. Mereka sudah memberikan nyawanya untuk perdamaian dan harus diakui,” tuturnya, dikutip dari United24, Sabtu (7/2/2026).
Sandu tetap menghargai apresiasi yang ditunjukkan oleh dunia kepada Moldova. Namun, ia menyebut masih ada yang layak masuk sebagai kandidat Peraih Penghargaan Nobel Perdamaian.
