Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Yunani Dorong Jerman Ganti Rugi atas PD II
ilustrasi bendera Yunani (unsplash.com/vonshnauzer)
  • Presiden Yunani Constantine Tassoulas menegaskan tuntutan reparasi kepada Jerman atas kejahatan Nazi PD II akan terus diperjuangkan, saat peringatan pembunuhan massal Lingiades ke-83.
  • Yunani telah lama meminta kompensasi, termasuk bagi warga sipil yang dipaksa membayar utang selama pendudukan Nazi; Jerman menolak karena menganggap perkara itu selesai secara hukum.
  • Yunani menerima kembali 48 artefak keagamaan dari Bulgaria yang diambil 109 tahun lalu, setelah negosiasi panjang; mantan PM Antonis Samaras menilai pengembalian tersebut masih sangat terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Yunani, Constantine Tassoulas mendorong Jerman membayar kompensasi atas kejahatannya selama Perang Dunia (PD) II pada Minggu (4/10/2026). Pernyataan itu disampaikan dalam acara peringatan pembunuhan massal Lingiades ke-83. 

Pada awal September, Polandia juga meminta Jerman untuk membayar kompensasi atas kejahatan Nazi pada PD II. Warsawa menuntut kompensasi sebesar 1,3 triliun euro (Rp26.738 triliun) atas semua kerusakan selama 6 tahun diduduki Nazi Jerman. 

1. Sebut tuntutan kompensasi ke Jerman harus dipertahankan

ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/iamateapot)

Tassoulas menekankan bahwa Yunani tidak akan meninggalkan dan melupakan tuntutan reparasi atas kejahatan Nazi selama PD II. Menurutnya, klaim tersebut harus dilanjutkan dan sesuai dengan aturan hukum. 

“Kami ingat bahwa kami akan mendesak klaim kami dan melindungi masa depan kami. Sebab, kami akan terus menghormati warga sipil yang menjadi korban pembunuhan massal Lingiades 83 tahun lalu,” pungkasnya, dikutip dari Greek City Times.

Presiden Yunani itu mengaku tidak akan melupakan kejahatan yang sudah dilakukan Nazi. Ia menekankan bahwa warga lokal sudah menderita atas pendudukan Nazi dan menuntut perbaikan kehidupan mereka setelah perang.

2. Yunani sudah menuntut kompensasi dari Jerman sejak lama

ilustrasi bendera Yunani (pexels.com/blue)

Yunani diketahui sudah mempertahankan desakan kompensasi dari Jerman sejak lama. Negara Balkan itu terus meminta agar Jerman mau membayarkan ganti rugi kepada warga sipil yang dipaksa membayar paksa utang selama pendudukan Yunani. 

Namun, Jerman selalu menolak desakan pembayaran reparasi kepada Yunani, terutama atas kasus pembunuhan massal di Lingiades yang menewaskan 41 anak-anak. Berlin menyebut bahwa masalah dengan Yunani sudah diselesaikan secara hukum. 

3. Yunani terima artefak keagamaan dari Bulgaria

ilustrasi bendera Bulgaria (pexels.com/radomir-ruskov)

Pada akhir pekan ini, Yunani akhirnya menerima pengembalian 48 artefak keagamaan bersejarah dari Bulgaria. Artefak tersebut diambil oleh Bulgaria pada 109 tahun lalu, tepatnya saat pecahnya Perang Dunia I di Eropa. 

Dilansir Greek Reporter, Perdana Menteri (PM) Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa pengembalian ini adalah hasil dari negosiasi selama bertahun-tahun. Meskipun demikian mantan PM Yunani, Antonis Samaras mengkritik bahwa pengembalian itu hanya sebagian kecil dari artefak yang dicuri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article