Jakarta, IDN Times - Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa mengungkapkan dukungan atas kebijakan penyitaan paksa lahan dari petani kulit putih. Kebijakan itu membuat Zimbabwe mengalami masalah ekonomi selama bertahun-tahun.
“Saya tidak yakin apa yang ada di pikiran Anda, tapi biar saya jelaskan, ekonomi kami mendapatkan tantangan hebat. Zimbabwe sudah berada di bawah sanksi bertahun-tahun imbas mengambil kembali tanah kami dari Inggris dan untuk merdeka,” terangnya, dikutip dari New Zimbabwe, Jumat (6/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Mnangagwa saat mengahidiri World Government Summit di Dubai. Menurutnya, rakyat Zimbabwe senang dapat mengambil lahan dari kolonialis.
