Comscore Tracker

9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan di Krimea

Rusia membantah ada pesawat yang hancur atau rusak 

Jakarta, IDN Times - Pihak Ukraina mengklaim bahwa sembilan pesawat tempur di pangkalan militer Rusia di Krimea telah hancur. Kehancuran tersebut adalah dampak dari ledakan dahsyat yang terjadi baru-baru ini di pangkalan udara Saki.

Dalam informasi lebih lanjut, Ukraina juga mengatakan bahwa bandara itu tidak dapat digunakan. Secara resmi, Ukraina tidak mengatakan bahwa ledakan itu diakibatkan serangan dari pihaknya.

Rusia juga menepis bahwa ledakan disebabkan serangan Ukraina dan mengatakan bahwa itu terjadi karena kecelakaan yang membuat amunisi di gudangnya meledak. Satu tewas dan belasan lain terluka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: 6 Fakta Kelompok Tentara Bayaran Rusia, Penuh Rahasia!

1. Rusia membantah ada pesawat yang hancur atau rusak

https://www.youtube.com/embed/WDx8bhtPmeY

Semenanjung Krimea adalah wilayah Ukraina yang dicaplok secara ilegal oleh Rusia pada 2014. Beberapa wilayah Krimea telah menjadi pangkalan militer Armada Laut Hitam Rusia.

Dalam perang Rusia-Ukraina saat ini, Krimea memainkan peran penting sebagai jalur pasokan pasukan Rusia. Tapi pangkalan udara Saki di wilayah itu telah meledak pada Selasa (9/8/2022).

Pada Rabu malam, melansir Deutsche Welle, angkatan udara Ukraina mengatakan sembilan pesawat tempur Rusia hancur akibat ledakan besar itu. Mereka tidak secara resmi mengklaim telah melakukan serangan.

Pihak Rusia membantah ada pesawat yang hancur atau rusak dalam ledakan. Moskow mengatakan ledakan itu berasal dari amunisi yang terbakar.

Baca Juga: Terungkap! Komponen Roket Rusia Ternyata Berasal dari Amerika Serikat

2. Apartemen rusak, ratusan penduduk dievakuasi

Laporan kerugian akibat ledakan di pangkalan udara Saki, menurut otoritas Krimea adalah satu orang tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka. Para turis yang ada di dekat lokasi ledakan, panik seketika saat melihat gumpalan asap membumbung ke langit.

Melansir Associated Press, Natalia Lipovaya, seorang turis, mengatakan bahwa dia sangat takut setelah ledakan dahsyat itu terjadi.

Penduduk setempat, Sergey Milochinsky, mendengar suara gemuruh dan melihat awan jamur dari jendelanya. Beberapa kaca dan tembok bangunan pecah akibat kuatnya ledakan itu.

Sergei Aksyonov, pemimpin Krimea, menjelaskan sekitar 250 penduduk telah dipindahkan ke tempat penampungan, sementara puluhan bangunan apartemen telah rusak. Moskow mengklaim ledakan tidak mempengaruhi hotel dan pantai yang jadi tujuan wisata populer warga Rusia.

Baca Juga: Rusia Sukses Luncurkan Satelit Iran ke Orbit Bumi

3. Gambar satelit menunjukkan kerusakan pangkalan udara Rusia

Dalam pantauan satelit Planet Labs yang dikutip BBC, terlihat area luas yang hangus dan ada sisa-sisa kebakaran setelah ledakan. Landasan pacu utama pangkalan itu terlihat masih tampak utuh.

Tapi dari pantauan satelit itu, setidaknya delapan pesawat terlihat rusak atau hancur dengan beberapa permukaan bumi terlihat berkawah. Sebagian besar pesawat tempur berada di area spesifik di mana mereka diparkir di tempat terbuka.

Setelah ledakan di pangkalan udara Saki, Presiden Ukraina Volodymy Zelenskiy dalam pidatonya bersumbah akan merebut kembali Semenanjung Krimea yang telah diduduki Rusia selama hampir delapan tahun itu.

Sementara Moskow pernah mengatakan bahwa serangan apa pun yang langsung ditujukan di Krimea, pihaknya akan melakukan balasan terhadap tempat pengambilan keputusan di Kiev.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya