Comscore Tracker

Atasi Krisis, Presiden Korsel Bebaskan Bos Samsung dari Penjara

Ada banyak konglomerat yang dibebaskan dari penjara

Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Seok Yeol, akan mengampuni Lee Jae Yong, salah satu pewaris raksasa teknologi Samsung. Lee dijebloskan ke penjara karena diketahui telah melakukan suap terhadap mantan Presiden Park Geun Hye.

Pemberian ampunan dari Presiden Yoon tidak hanya ditujukan kepada bos Samsung saja, tetapi juga kepada konglomerat lain. Bos Lotte Group Shin Dong Bin, ketua Dongkuk Steel Mill Chang Sae Joo, dan mantan Ketua Grup STX Kang Duk Soo juga mendapatkan ampunan.

Langkah itu dilakukan oleh Presiden Yoon dengan alasan untuk menghadapi krisis ekonomi yang menerpa agar terjadi peningkatan aktivitas bisnis. Kelompok pro-demokrasi Korsel mengkritik keputusan Presiden Yoon.

1. Demi melancarkan aktivitas bisnis untuk mengatasi krisis

Atasi Krisis, Presiden Korsel Bebaskan Bos Samsung dari Penjarailustrasi (Unsplash.com/Brooke Cagle)

Barisan konglomerat Korsel disebut chaebol. Mereka telah mendominasi ekonomi negara itu, menjadi kekuatan unggul dalam kegiatan bisnis dan ekonomi. Di era Presiden Park, terjadi skandal suap besar-besaran yang menggulingkan pemerintahannya. Salah satu yang terlibat adalah bos Samsung, Lee.

Seiring dengan hari libur nasional yang merayakan pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang di Perang Dunia II, pada Jumat (12/8/2022), Presiden Yoon Suk Yeol akan memberikan ampunan kepada sekitar 1.700 orang. Salah satunya adalah bos Samsung tersebut.

Melansir Reuters, selain bos Samsung, salah satu pemimpin Dongkuk Steel Mill, perusahaan baja yang berpusat di Seoul, juga mendapatkan ampunan. Konglomerat lainnya yang dapat ampunan itu adalah Kang Duk Soo, ketua STX Group, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan pemeliharaan kapal.

"Dengan kebutuhan mendesak untuk mengatasi krisis ekonomi nasional, kami dengan hati-hati memilih para pemimpin ekonomi yang memimpin mesin pertumbuhan nasional melalui investasi teknologi aktif dan penciptaan lapangan kerja untuk diampuni," kata Menteri Kehakiman Han Dong Hoon.

Baca Juga: Adik Kim Jong Un Berniat Balas Korsel karena Sebarkan COVID-19 

2. Ucapan terima kasih dari bos Samsung

Lee Jae Yong adalah pemimpin de facto Samsung. Perusahaannya telah menjadi gurita di seluruh Korsel dan di dunia. Samsung bukan hanya perusahaan, tapi telah menjadi ikon nasional.

Lee dihukum lima tahun dalam skandal suap, tapi dibebaskan secara bersyarat. Kini ketika dia mendapatkan ampunan dari Presiden Yoon, Lee bisa bergerak bebas untuk kembali memimpin bisnis.

Dikutip dari Associated Press, dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui Samsung, Lee mengungkapkan rasa terima kasihnya karena menerima kesempatan untuk memulai kehidupan baru.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya karena menyebabkan kekhawatiran banyak orang karena kekurangan saya. Saya akan bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi tanggung jawab dan tugas saya sebagai pebisnis," kata Lee.

3. Konglomerat berada di luar hukum

Sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di Asia, Korsel sangat bergantung pada bisnis teknologi dan ekspor. Samsung adalah salah satu pemain utama, khususnya dalam sektor semikonduktor sebagai produsen chip global yang penting saat ini.

"Karena bisnis utama Samsung, seperti semikonduktor, membutuhkan investasi besar dan berisiko, keputusan tepat waktu oleh pemimpin puncak adalah penting," kata Kim Sei Wan, profesor ekonomi di Ewha Womans University di Seoul, kutip Al Jazeera.

Tapi pendapat lain yang berbeda diungkapkan oleh Yang Junsok, seorang profesor ekonomi di Chatolic University.

"Pengampunan memang melemahkan supremasi hukum, dan itu membuat para pemimpin konglomerat tampak seperti berada di luar hukum," ujar Yang.

"Para pemimpin Korea melakukan banyak upaya untuk mengurangi kekuatan mereka (chaebol) atau membongkar konglomerat, tetapi semuanya gagal karena mereka begitu integral dengan ekonomi," ucap Geoffery Chain dari Lincoln Network.

Chain berpendapat bahwa para chaebol mungkin memang terlibat dapat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Tapi mereka stabil, kuat, dan dapat menahan guncangan ekonomi Korsel.

Baca Juga: Korsel Siagakan Militer usai Dapat Ancaman Pembalasan dari Korut 

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya