Comscore Tracker

Bertemu Modi, Putin Bahas Kerja Sama Bilateral

Rusia akan lanjutkan pasok rudal S-400 ke India

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke India. Dalam lawatannya tersebut, dia bersama dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan, bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi serta para petinggi India lain pada hari Senin (6/12/21).

Dalam pertemuannya dengan Modi, Putin melangsungkan pembicaraan selama sekitar 3,5 jam. Mereka membahas hubungan bilateral, hubungan regional juga menjalin kerja sama di bidang produksi senjata.

India dikabarkan akan menerima sejumlah rudal pertahanan unggul dari Rusia, yakni S-400. Selain itu, India juga akan mendapatkan lisensi pembuatan senapan serbu AK-203, yang rencananya akan diproduksi di negara bagian Uttar Pradesh.

1. Peningkatan kerja sama bilateral dan internasional

Bertemu Modi, Putin Bahas Kerja Sama BilateralVladimir Putin dan Narendra Modi (Twitter.com/Narendra Modi)

India adalah sekutu lama Amerika Serikat (AS). Tapi India juga menjalin hubungan bilateral yang lumayan erat dengan Rusia. India sendiri adalah salah satu negara tujuan ekspor senjata militer yang diproduksi oleh Rusia.

Dalam pertemuannya dengan PM Modi, Vladimir Putin memuji India sebagai negara besar dan sahabat lama Moskow. Dilansir The Moscow Times, Putin mengatakan "kami melihat India sebagai kekuatan besar, negara yang bersahabat, dan teman yang telah teruji waktu... Hubungan antara negara kami berkembang."

Pertemuan tinggi antara kedua negara itu membahas berbagai persoalan, dari mulai peningkatan hubungan bilateral, termasuk upaya bersama dalam kelompok G20, BRICS, Organisasi Kerja sama Shanghai, serta perjuangan melawan terorisme. Mereka juga membicarakan masalah Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, juga akan melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi India dari kementrian yang sama, guna mengumumkan perjanjian untuk melanjutkan pasokan rudal pertahanan S-400 ke India.

2. India akan produksi senapan serbu AK-203 Rusia

Baca Juga: PM India Dijadwalkan Bertemu dengan Pejabat Kashmir Pro-India

Rusia adalah salah satu produsen senjata terbesar di dunia. Meski secara kuantitas ekspor, jumlahnya masih kalah dengan AS dan China, tapi senjata-senjata produksi negara Beruang Merah adalah senjata saingan utama AS.

Dalam lawatan para petinggi Rusia ke India, dikabarkan bahwa negara Hindustan tersebut mendapatkan lisensi untuk memproduksi salah satu senapan serbu Rusia, yakni AK-203. 

AK-203 adalah varian senjata AK yang awalnya dirancang oleh Mikhail Kashnikov, dengan peluru kaliber 7,62 mm.

Dilansir India Today, kesepakatan produksi AK-203 yang bakal dibuat oleh pabrik di Uttar Pradesh, akan digunakan untuk memasok Angkatan Darat India. Ketentuan kesepakatan untuk jumlah, harga, dan proses pembuatan telah disepakati.

Jumlah senjata AK-203 yang bakal dibuat di India adalah 7,5 lakh atau 750.000 pucuk. Sebanyak 70.000 pucuk senjata pertama, akan menyertakan komponen buatan Rusia sebagai transfer teknologi. Angkatan Darat India akan menerima senjata tersebut 32 bulan setelah proses pembuatan dimulai.

3. Rusia akan tetap pasok rudal S-400 meski India diancam mendapat sanksi dari AS

India, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, adalah pangsa pasar yang menarik untuk berbagai produk, termasuk senjata api. Kebangkitan ekonomi dan teknologi India juga telah sampai ke pencapaian yang menakjubkan.

India yang memiliki hubungan tidak terlalu baik dengan China, telah menjalin aliansi dengan AS, dalam kelompok yang disebut QUAD. Aliansi ini melibatkan Jepang, Australia, AS dan India.

Bersama AS, India telah menjalin hubungan bilateral yang erat. Tapi di sisi lain, PM Narendra Modi juga menjalin hubungan dengan Moskow. Pada tahun 2018 lalu, India sepakat untuk membeli rudal andalan S-400 Rusia. Kesepakatan itu membuat AS mengancam akan menjatuhkan sanksi ke India.

Namun, Sergei Lavrov mengatakan "kesepakatan S-400 tidak hanya simbolis, tetapi juga signifikan secara pragmatis untuk memastikan potensi pertahanan India,” katanya usai berbicara dengan Subrahmanyam Jaishankar, mitranya dari India.

Tapi menurut Tatiana Belousova dari OP Jindal Global University di Haryana, "pengaruh Rusia di kawasan ini sangat terbatas. Sebagian besar karena hubungannya yang dekat dengan China, dan keengganan untuk melangkah dengan tindakan yang tidak sesuai dengan kepentingan regional China," ujarnya dikutip Al Jazeera.

"Sangat luar biasa bahwa India masih memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan S-400, meskipun ada ketidaksetujuan AS," kata Belousova menambahkan.

Baca Juga: India Instruksikan Hapus Konten soal COVID-19 Varian India

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya