Comscore Tracker

Flu Burung Tewaskan Hampir 14 Ribu Pelikan dan Burung Laut di Peru

Karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus

Jakarta, IDN Times - Dinas Kehutanan dan Margasatwa Nasional (SERFOR) Peru mengatakan bahwa sekitar 14 ribu burung pelikan dan burung laut lain telah tewas akibat wabah flu burung. Wabah itu dimulai dari Kanada, menyebar ke Amerika Serikat (AS) dan terus ke selatan di Amerika Latin.

Secara resmi, Peru mengeluarkan peringatan kesehatan pada Kamis (1/22/2022). Itu dilakukan setelah mengonfirmasi tiga kasus H5N1 pada burung pelikan. Ribuan burung lainnya yang tewas ditemukan di daerah pesisir.

Baca Juga: Flu Burung: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

1. Sebaran wabah flu burung di Peru

https://www.youtube.com/embed/VTOIouF8qyI

Flu burung atau juga terkenal dengan H5N1 adalah salah satu virus yang sangat mematikan bagi burung. Namun virus itu tidak menimbulkan risiko yang parah bagi manusia.

Meski begitu, kematian hampir 14 ribu burung pelikan dan burung laut lain di pesisir Peru telah menimbulkan kekhawatiran. Sebaran wabah itu setidaknya terjadi di delapan daerah di Peru.

Melansir Anadolu, delapan daerah itu adalah Piura, Lambayeque, Ancash, Ica, Arequipa, Moquegua, Tacna, dan Lima. SERFOR menyarankan kepada orang-orang untuk menghindari kontak langsung dengan burung laut yang masih hidup atau yang telah mati, demi mencegah penularan ke unggas dan burung pekarangan.

Baca Juga: Takut Flu Burung Jadi Wabah, Jepang Musnahkan 143 Ribu Ayam

2. Rincian jumlah dan jenis burung yang tewas

Beberapa pantai di pesisir Peru banyak ditemukan bangkai burung hewan yang mati. Beberapa burung mati tersebut juga ditemukan di daerah kawasan hutan lindung.

Dalam beberapa pekan terakhir, BBC melaporkan, lebih 5.500 burung pelikan telah mati akibat flu burung. Secara total, hampir 14 ribu burung pelikan dan burung laut lain yang tewas akibat strain H5N1 di Peru.

Rincian burung yang tewas termasuk 10.257 ekor pelikan, 2.919 ekor spesies burung laut dan 614 ekor burung laut berkaki biru (Sula nebouxii). Wabah flu burung tidak hanya terjadi di Peru. Namun gelombang wabah itu juga terjadi di Eropa dan Amerika Utara, dengan burung laut yang terkena dampak paling parah.

Baca Juga: Marah 2.500 Ton Minyak Tumpah, Pribumi Peru Sandera 150 Turis

3. Karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus

Flu Burung Tewaskan Hampir 14 Ribu Pelikan dan Burung Laut di Peruilustrasi (Unsplash.com/David Clode)

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), awal tahun ini telah mengeluarkan peringatan untuk negara-negara di Amerika Selatan dan Tengah agar waspada tinggi terhadap wabah flu burung yang beremigrasi.

Meski flu burung tidak terlalu berisiko tinggi terhadap manusia, namun penanganan untuk mencegah meluasnya virus tersebut sangat penting dilakukan.

SENASA, badan kesehatan pertanian Peru mengatakan telah mengkarantina kota Gallito, kutip France24. Itu merupakan kota wilayah pesisir utara Lambayeque. Kebijakan karantina dilakukan untuk mengendalikan wabah flu burung di sebuah peternakan unggas agar tidak menyebar.

Peringatan kesehatan juga dikeluarkan karena infeksi H5N1 dari burung migran Amerika Utara bisa menyebar ke burung pekarangan seperti bebek, ayam dan ke peternakan komersial.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani Kata

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya