Jakarta, IDN Times - Kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei di tengah konflik besar dengan Israel dan Amerika Serikat membuka babak baru dalam sejarah politik Iran. Kini, negara itu harus segera menentukan penerus Pemimpin Tertinggi yang memegang otoritas tertinggi dalam sistem pemerintahan teokratiknya. Menurut konstitusi Iran, proses suksesi ini melibatkan Majelis Ahli yang akan memilih pemimpin baru, sementara kekosongan jabatan saat ini dijalankan oleh dewan kepemimpinan sementara yang melibatkan tokoh-tokoh penting negara.
Di tengah proses tersebut, Ali Larijani, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, muncul sebagai salah satu figur yang banyak disebut dalam diskusi tentang masa depan kepemimpinan negara tersebut. Hubungan Larijani dengan struktur keamanan, legislatif, dan negosiasi nuklir membuatnya menjadi sosok yang menarik untuk dicermati lebih jauh; terutama dalam konteks kemungkinan perubahan arah politik Iran menyusul peristiwa besar ini.
