Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Protes Siswa Meluas, Prancis Kerahkan 3 Ribu Guru Pengganti ke SMA
Demo pelajar di Prancis meluas. (AFP/Romeo Boetzle)
  • Pemerintah Prancis mengerahkan 3.000 guru pengganti ke 114 SMA terdampak krisis tenaga pendidik, serta menyiapkan anggaran untuk merekrut ratusan guru tambahan.
  • Pelajar memblokade ratusan akses SMA selama lebih dari sepekan karena fasilitas terbengkalai, ruang kelas panas, dan kekosongan guru; mereka menuntut dana perbaikan 10 miliar euro.
  • Puluhan ribu siswa memprotes tindakan polisi saat pembubaran barikade; gas air mata dan granat kejut melukai ratusan orang, memicu 18 penyelidikan internal kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis menghadapi gelombang protes pelajar yang meluas di berbagai kota besar. Aksi unjuk rasa nasional ini mendorong kementerian terkait segera mengambil tindakan darurat guna meredakan situasi di sekolah negeri.

Demonstrasi besar yang diiringi penutupan sekolah tersebut menuntut perbaikan tata kelola pendidikan secara menyeluruh. Otoritas pusat bergerak cepat demi menjaga ketertiban agar aktivitas belajar kembali normal.

1. Langkah darurat atasi krisis guru di SMA Prancis

Gas air mata ditembakkan aparat di demo pelajar Prancis. (AFP/Romeo Boetzle)

Kementerian Pendidikan Prancis berjanji mengerahkan 3.000 guru pengganti ke 114 SMA yang mengalami krisis tenaga pendidik paling parah. Penempatan ini bertujuan mengisi kekosongan ruang kelas di wilayah terdampak. Pengumuman disampaikan pada Kamis (8/10/2026) lewat televisi nasional guna meredam kegelisahan siswa.

"Sebanyak 3.000 guru akan bertugas dalam beberapa jam ke depan, dan saya memberi wewenang wilayah merekrut staf pengajar melebihi batas ketentuan," kata Menteri Pendidikan Prancis, Édouard Geffray, dilansir Le Monde.

Pemerintah juga menyiapkan perubahan rancangan anggaran belanja demi membiayai perekrutan ratusan guru tambahan. Kebijakan ini diharapkan mengatasi defisit tenaga pengajar jangka panjang yang membebani SMA negeri.

2. Alasan pelajar Prancis blokade sekolah akibat fasilitas rusak

ilustrasi bendera Prancis (pexels.com/Abhishek Navlakha)

Ratusan akses masuk SMA diblokade lebih dari sepekan oleh pelajar usia 15 hingga 18 tahun. Para siswa menolak belajar karena gedung sekolah dinilai terbengkalai dan tidak layak pakai.

Para murid terbebani jadwal padat di ruangan tanpa pendingin saat cuaca panas. Kekosongan guru tanpa pengganti tetap kian memicu kecemasan siswa akan masa depan studi mereka. Tekanan kian kuat karena pemerintah dinilai lamban mengucurkan biaya perbaikan fasilitas.

"Gerakan protes ini akan terus berlanjut selama dana 10 miliar euro (Rp200,65 triliun) belum disiapkan di meja perundingan," tegas perwakilan asosiasi pelajar Sabrine Kharbach.

3. Reaksi keras pelajar Prancis akibat tindakan represif kepolisian

ilustrasi bendera Prancis (pexels.com/Leonardo Delsabio)

Puluhan ribu murid turun ke jalan memprotes tindakan represif kepolisian. Pengerahan aparat antihuru-hara bersenjata lengkap saat membubarkan barikade justru memicu kericuhan di sejumlah wilayah.

Tembakan gas air mata dan granat kejut melukai ratusan pengunjuk rasa di Paris dan Rennes. Seorang korban kehilangan tangan sehingga kepolisian membuka 18 penyelidikan internal atas dugaan pelanggaran prosedur. Gelombang kemarahan atas tindakan aparat terus bergulir di kalangan generasi muda.

"Bagi saya, tindakan kekerasan aparat terhadap para pelajar sama sekali tidak dapat diterima," kata mahasiswi bernama Marianne.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article