Jakarta, IDN Times – Radar antisiluman bergerak JY-27A buatan China yang digunakan Venezuela sebelumnya diklaim mampu melacak jet siluman generasi kelima Amerika Serikat (AS), seperti F-22 dan F-35, dari jarak lebih dari 150 mil. Kenyataannya, perangkat itu sama sekali tak memberi peringatan dini ketika operasi udara AS berlangsung.
Sejumlah pejabat senior Taiwan memandang insiden tersebut sebagai bukti keunggulan teknologi militer AS atas sistem yang dipasok mitra-mitranya. Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Hsu Szu-chien menilai persoalan utama terletak pada minimnya perawatan berkala serta dukungan teknis bagi peralatan militer Venezuela.
Dalam laporan Miami Strategic Intelligence Institute yang diterbitkan pada Juni lalu, kondisi pertahanan udara Venezuela digambarkan berada dalam situasi kritis. Lebih dari 60 persen radar negara tersebut dilaporkan tak bisa digunakan akibat kekurangan suku cadang dan lemahnya bantuan teknis dari China. Jalur pengadaan komponen pengganti pun hanya mengandalkan perantara sipil, dilansir dari Newsweek.
