Comscore Tracker

Manny Pacquiao akan Calonkan Diri Jadi Presiden Filipina

Mendapat pencalonan dari partai PDP-Laban

Manila, IDN Times - Petinju dan Senator Filipina, Manny Pacquiao (42) mengumumkan rencananya untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan Mei 2022 mendatang.

Juara tinju dunia delapan divisi itu menerima pencalonan partainya PDP-Laban yang menjadi saingan dari faksi yang berkuasa Presiden Rodrigo Duterte di konvensi nasionalnya pada hari Minggu (19/9/2021) di Quezon, Filipina.

1. Pacquiao: akan memerangi korupsi dan kemiskinan jika terpilih sebagai presiden

Manny Pacquiao akan Calonkan Diri Jadi Presiden FilipinaSenator Manny Pacquiao saat berada di konvensi nasional partainya PDP-Laban di Quezon, Filipina, untuk pencalonannya sebagai Presiden pada pemilihan 2022 (19/9/2021). (twitter.com/MannyPacquiao)

Dilansir Kyodo News, pengumumannya untuk menjadi kandidat Presiden Filipina muncul beberapa minggu setelah Pacquiao kalah pada pertarungan tinju profesional saat melawan Yordenis Ugas dari Kuba di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dia bersumpah akan memerangi kemiskinan dan korupsi jika terpilih sebagai presiden dengan mengatakan bahwa orang Filipina sudah menunggu terlalu lama untuk melihat perubahan.

Politik bukanlah hal yang baru bagi Pacquiao. Dia telah malah melintang di dunia politik, terbukti dia telah menduduki jabatan senator sejak 2016, di mana sebelumnya menjabat dua periode di Dewan Perwakilan Rakyat.

"Saya seorang petarung dan saya akan selalu menjadi petarung di dalam dan di luar ring," ungkap Pacquiao seperti dikutip dari ABS-CBN News setelah menerima nominasi dari sekitar 20 pemimpin cabang partai PDP-Laban.

Petinju yang menurut Forbes pernah menjadi salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia pada 2019 tersebut, pernah menjadi sekutu setia Duterte, membela perang narkoba yang mematikan dan dorongan hukuman mati. Namun, baru-baru ini, Pacquiao telah mengkritik pemerintah soal dugaan korupsi di pemerintahan dan apa yang dia sebut hubungan nyaman Presiden Duterte dengan China, terutama soal Laut China Selatan, dikutip dari Al Jazeera.

2. Saingan Pacquiao bukanlah Rodrigo Duterte, melainkan putri Presiden Filipina saat ini, Sara Duterte-Carpio

Manny Pacquiao akan Calonkan Diri Jadi Presiden FilipinaSenator Manny Pacquiao (kiri) saat berada di konvensi nasional partainya PDP-Laban di Quezon, Filipina, untuk pencalonannya sebagai Presiden mendatang (19/9/2021). (twitter.com/MannyPacquiao)

Dilansir AP News, Awal bulan ini, faksi lain menominasikan Duterte sebagai calon wakil presiden, lalu mantan ajudan Duterte, Senator Bong Go, sebagai presidennya.

Konstitusi melarang Duterte untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan enam tahun kedua, namun dia telah menerima pencalonan sebagai calon wakil presiden, walaupun Go menolak untuk mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi keretakan antara faksi Pacquiao dan Duterte telah meningkat.

Pada kepemimpinannya, Duterte sangat brutal melawan obat-obatan terlarang, dan pekan lalu mengatakan bahwa dia lebih baik mati dulu sebelum menghadapi pengadilan internasional, di mana sehari setelah Pengadilan Kriminal Internasional umumkan akan menyelidiki tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan tindakan keras yang telah membuat ribuan orang tewas.

Nantinya, dengan konstitusi yang ada, Pacquiao tidak harus menghadapi petahana populer, Presiden Rodrigo Duterte. Namun, ia bisa menghadapi lawan yang tangguh, yaitu putri Duterte, Sara Duterte-Carpio, yang telah mewarisi pengikut ayahnya. Walaupun begitu, Duterte-Carpio yang telah menduduki puncak pada setiap jajak pendapat tahun ini sebagai kandidat pilihan, telah berulang kali mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri.

Baca Juga: Manny Pacquiao Siap 'Tarung' Jadi Calon Presiden Filipina di 2022

3. Pencalonan Pacquiao sebagai Capres Filipina 2022 mendapat tantangan besar

Manny Pacquiao akan Calonkan Diri Jadi Presiden FilipinaBendera Filipina. (Pexels.com/Krisia Vinzon)

Keinginan Pacquiao dalam pencalon Presiden Filipina di periode mendatang, memantik respon dari berbagai kalangan, salah satunya adalah analis politik.

Dilansir Reuters, para analisis mengatakan bahwa dia menghadapi tantangan besar untuk menyakinkan para pemilih bahwa dia dapat memimpin negara yang dilanda berbagai masalah, mulai dari kejahatan, korupsi, bencana alam, ekstremisme Islam, infrastruktur yang usang, hingga birokrasi yang membengkak.

"Bisakah dia (Pacquiao) benar-benar memerintah? Dia mengatakan dia akan mendekatkan dirinya dengan orang-orang yang berpengetahuan, tetapi pada akhirnya, masih presiden yang memutuskan," ungkap Earl Parreño selaku analis politik.

Parreño juga mengatakan bahwa untuk memenangkan pemilihan Mei 2022, Pacquiao harus menunjukkan keseriusannya untuk mengarahkan Filipina, terutama di sektor ekonomi yang saat ini sedang berjuang keluar dari pandemi virus COVID-19, "Masalahnya bagaimana memerintah setelah menang," Parreño menambahkan.

Menurut survei yang diadakan oleh Pulse Asia, Pacquiao berada di urutan kelima dalam survei yang diselenggarakan pada 7-16 Juni, di mana ia didukung oleh 8 persen dari 2.400 peserta.

Baca Juga: 10 Fakta Manny Pacquiao, Sang Legenda Tinju dari Filipina

Rahmah N Photo Verified Writer Rahmah N

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya