Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rapat kerja Kemlu RI dengan Komisi I DPR RI pada Selasa (27/1/2026), digelar tertutup. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Rapat kerja Kemlu RI dengan Komisi I DPR RI pada Selasa (27/1/2026), digelar tertutup. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Intinya sih...

  • Rapat kerja tertutup antara Kemlu dan Komisi I DPR RI

  • Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto meminta agar rapat digelar tertutup karena agenda yang sangat penting dan berhubungan dengan kepentingan nasional di luar negeri

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI digelar tertutup. Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, meminta agar rapat digelar tertutup yang disetujui jajaran Kemlu RI yang hadir.

“Mohon izin, saya meminta persetujuan teman-teman mengingat agenda yang dibahas bukan hanya sangat penting, tapi langsung berhubungan dengan kepentingan nasional kita di luar negeri, antara lain, mohon persetujuan teman-teman untuk rapat ini dinyatakan tertutup,” kata Utut di ruang rapat Komisi I DPR, Selasa (27/1/2026).

Setelah mendapat persetujuan, dia pun membuka rapat dan menyatakan rapat tertutup untuk umum. Rapat kerja ini, kata Utut, menurut catatan sekretariat Komisi I DPR RI dihadiri dari tujuh fraksi.

Jajaran petinggi Kementerian Luar Negeri RI yang hadir cukup lengkap, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, dan Menteri Luar Negeri Havas Oegroseno. Rapat ini membahas mengenai rencana dan program kerja Kemlu RI.

Sebelumnya, Indonesia baru saja bergabung dengan Board of Peace (BoP), organisasi lintas negara buatan Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Presiden Donald Trump.
Indonesia bersama dengan negara Developing Eight (D-8) setuju bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk memulihkan Gaza pascaperang. Namun, sejumlah negara Barat menolak bergabung dengan Board of Peace karena dinilai meragukan.

Editorial Team