Jakarta, IDN Times – Kebocoran air muncul pada 26 November 2025 di area koleksi Mesir Museum Louvre. Insiden berasal dari tetesan yang turun melalui plafon sayap Mollien setelah sebuah katup pemanas tak sengaja terbuka. Dampaknya cukup besar karena sekitar 300-400 buku serta arsip ilmiah dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 ikut terendam.
Wakil administrator museum, Francis Steinbock, menyampaikan bahwa dokumen yang basah mencakup jurnal-jurnal Egiptologi dan beragam catatan ilmiah yang biasanya dipakai peneliti. Ia menegaskan seluruh bahan arsip itu memiliki nilai pemanfaatan tinggi, meski tidak tergolong unik.
“Tidak ada artefak warisan budaya yang terdampak oleh kerusakan ini,” katanya, dikutip dari BBC.
