Jakarta, IDN Times - Lebih dari 100 anggota partai oposisi utama di Uganda didakwa atas berbagai pelanggaran yang terkait dengan aksi kekerasan setelah pemilu nasional minggu lalu. Mereka menghadapi tuduhan mulai dari penghasutan hingga keterlibatan dalam kerusuhan yang pecah di berbagai wilayah setelah hasil pemilu diumumkan.
Presiden Yoweri Museveni dinyatakan menang telak dalam pemilu pada 15 Januari 2026 dengan perolehan 71,6 persen suara. Rival utamanya, Bobi Wine, memperoleh 24 persen suara. Hasil tersebut memicu ketegangan politik di Uganda, di mana oposisi menuding adanya ketidakberesan dalam proses pemungutan suara. Pemerintah berjanji akan menindak tegas setiap tindakan kekerasan pasca pemilu demi menjaga stabilitas nasional.
