Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rayakan 250 Tahun AS, Trump Klaim Amerika Memasuki Era Keemasan
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/White House)
  • Donald Trump memimpin perayaan 250 tahun kemerdekaan AS di Washington DC, menyebut momen itu sebagai tonggak bersejarah dan menegaskan Amerika kini lebih kuat serta berpengaruh di dunia.
  • Dalam pidatonya, Trump menyoroti sejarah perjuangan dan kekuatan militer AS, memberi penghormatan kepada para veteran perang, serta menampilkan bendera bersejarah dari berbagai era penting bangsa.
  • Trump mengklaim Amerika memasuki era keemasan dengan ekonomi dan investasi meningkat, menolak komunisme, menyebut keberhasilan menghadapi Iran, serta menyerukan persatuan nasional untuk masa depan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memimpin perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat dengan pidato panjang di National Mall, Washington DC, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump menyebut momen tersebut sebagai salah satu tonggak paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Amerika sejak Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani pada 4 Juli 1776.

Perayaan yang menjadi bagian dari semiquincentennial atau peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat itu dihadiri para veteran perang, keluarga prajurit, astronot NASA, tokoh militer, hingga ribuan masyarakat. Sejumlah bendera bersejarah yang pernah dikibarkan dalam berbagai perang besar Amerika juga dipamerkan dalam acara tersebut.

Trump menggunakan pidato itu untuk menyoroti sejarah panjang Amerika Serikat sekaligus mengklaim negaranya kini berada dalam kondisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya. Ia menegaskan, Amerika akan terus mempertahankan posisinya sebagai negara paling berpengaruh di dunia.

“Malam ini kita berkumpul untuk merayakan salah satu tonggak paling membahagiakan dan paling agung sepanjang sejarah, yakni peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan. Selama dua setengah abad, Republik Amerika telah menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia,” kata Trump, dikutip dari Fox News, Minggu (5/7/2026).

Ia juga mengatakan, Amerika Serikat saat ini berada di titik terbaik dalam sejarahnya.

“Negara kita malam ini lebih kuat, lebih bebas, lebih makmur, lebih aman, dan lebih membanggakan daripada sebelumnya,” ujarnya.

1. Trump klaim AS masuki tahun keemasan

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Dalam pidatonya, Trump berkali-kali menyampaikan optimisme terhadap masa depan Amerika Serikat. Ia menyebut negara itu sedang memasuki Golden Age atau era keemasan setelah berhasil memperkuat ekonomi, militer, dan investasi nasional.

Menurut Trump, Amerika kini menerima investasi senilai lebih dari 19 triliun dilar AS dan mencatat jumlah pekerja tertinggi sepanjang sejarah. Ia juga mengklaim pasar saham berada pada level terbaik.

“Amerika telah kembali, dan kita akan menjaga Amerika tetap hebat. Yang terbaik masih akan datang. Ini baru permulaan dari Era Keemasan Amerika,” katanya.

Trump menambahkan, Amerika memiliki kemampuan untuk mewujudkan berbagai target besar, termasuk eksplorasi luar angkasa. “Kita akan kembali ke Bulan, dan setelah itu kita akan pergi ke Mars. Kita akan terus memimpin dunia,” ujarnya.

2. Angkat sejarah perang hingga kekuatan militer AS

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Sebagian besar pidato Trump diisi dengan kilas balik sejarah Amerika Serikat sejak perjuangan kemerdekaan hingga berbagai peperangan dunia. Ia memberikan penghormatan kepada para veteran Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, hingga keluarga prajurit yang gugur.

Trump juga menampilkan sejumlah bendera bersejarah, mulai dari bendera yang berkibar saat Pertempuran Saratoga, Perang Saudara Amerika, pendaratan Sekutu di Normandia pada Perang Dunia II, hingga misi pendaratan manusia di Bulan.

Menurut Trump, sejarah tersebut menjadi bukti bahwa Amerika selalu mampu mengatasi berbagai tantangan besar.

“Tidak ada tantangan yang tidak bisa diatasi rakyat Amerika. Tidak ada tempat yang tidak bisa kita capai. Tidak ada tujuan yang tidak bisa kita raih,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap kekuatan militer Amerika Serikat.

“Kita memiliki militer terhebat di dunia, dan hari ini kekuatannya lebih besar daripada sebelumnya,” ujarnya.

3. Singgung komunisme hingga Iran

ilustrasi bendera Iran (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain membahas sejarah, Trump juga menyinggung sejumlah isu geopolitik. Ia kembali menyatakan penolakannya terhadap komunisme dan mengatakan ideologi tersebut tidak akan memiliki tempat di Amerika Serikat.

“Kita tidak menginginkan komunisme di negara ini. Itu tidak pernah berhasil dan tidak akan pernah berhasil,” katanya.

Trump juga mengklaim Amerika berhasil menghancurkan kekuatan militer Iran dalam konflik terbaru di Timur Tengah. “Kalian lihat Venezuela, kalian lihat Iran. Kita menghancurkan kekuatan militernya,” ujar Trump dalam pidatonya.

Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait klaim tersebut.

4. Serukan persatuan nasional pada HUT ke-250 Amerika

bendera perayaan HUT Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) yang ke 250 (USDAgov, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menutup pidatonya, Trump mengajak masyarakat Amerika memanfaatkan peringatan 250 tahun kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan nasional. Ia mengatakan, semangat para pendiri bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan masih hidup hingga sekarang dan harus menjadi bekal menghadapi masa depan.

“Setelah 250 tahun, semangat tahun 1776 masih hidup di dalam diri kita semua. Semangat itu masih bergema di setiap kota, di setiap hati patriot Amerika, dan masih menerangi dunia dengan cahaya kebebasan Amerika,” kata Trump.

Ia pun menegaskan kembali keyakinannya bahwa perjalanan Amerika Serikat masih jauh dari selesai. “Pada usia 250 tahun, negara kita mungkin merupakan republik konstitusional tertua di dunia. Tetapi sesungguhnya, negara ini baru saja memulai. Yang terbaik masih akan datang,” tutur Trump.

Curated For You

Editorial Team

Related Article