Trump Pastikan Kuba Semakin Mendekat ke Orbit AS

- Donald Trump menyatakan Kuba kini makin mendekat ke orbit Amerika Serikat setelah penerapan sanksi baru yang memperburuk hubungan kedua negara.
- Pemerintah Kuba menilai dialog dengan AS tersendat dan menuduh Washington sengaja membuat rakyatnya menderita melalui blokade ekonomi yang menyebabkan krisis energi dan kelangkaan kebutuhan pokok.
- Kuba mempersiapkan pertahanan nasional menghadapi kemungkinan invasi AS, sementara pejabat Washington tidak menutup opsi aksi militer terhadap pemerintahan Miguel Diaz Canel.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa Kuba semakin mendekati orbit negaranya. Pernyataan ini disampaikan menyusul sanksi baru yang ditujukan ke negara Karibia tersebut.
“Kuba, setelah beberapa dekade, mereka semakin mendekat ke kami,” ungkap Trump dalam pembukaan Perpustakaan Presidensial di Medora, Dakota Utara, dikutip dari EFE, Jumat (3/7/2026).
Beberapa bulan terakhir, hubungan bilateral AS dan Kuba terus memanas imbas blokade minyak usai penangkapan eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Alhasil, negara Karibia itu menghadapi krisis energi terburuk.
1. Kuba sebut dialog dengan AS tersendat

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba, Bruno Rodriguez mengatakan bahwa dialog antara AS dan Kuba tersendat. Meskipun Havana sudah menyetujui sejumlah reformasi ekonomi ke arah pasar bebas di negaranya.
“Kuba memastikan bahwa kesepakatan harus tetap mengedepankan kedaulatan negara. Kami tidak akan mendengar atau tertarik dengan segala opini dari pemerintah AS,” terangnya, dikutip dari Independent.
Rodriguez juga mendesak adanya sesi khusus di Majelis Umum PBB untuk membahas blokade Kuba. Menurutnya, agresi dan tindakan buruk AS kepada Kuba masih terus berlanjut.
2. Tuding AS berniat membuat Kuba menderita

Wakil Menlu Kuba, Carlos Fernandez de Cossio mengatakan bahwa AS berusaha mencekik Kuba. Menurutnya, Washington telah berupaya untuk menerapkan strategi imperialnya dengan membuat rakyat Kuba menderita.
Dilansir Telesur, AS telah senang dengan dampak blokade yang dilakukannya kepada Kuba. Blokade di Kuba telah berdampak pada padamnya listrik berjam-jam, kelangkaan gas, makanan, dan alat medis untuk operasi.
3. Kuba persiapkan kemungkinan invasi AS di negaranya

Pada saat yang sama, Kuba memastikan bahwa negara sudah siap menghadapi kemungkinan serangan AS. Di tengah ketegangan dengan AS, Kuba sudah melakukan persiapan upaya pertahanan kepada tentara profesional maupun seluruh warga.
Sejak 1980-an, Kuba sudah memiliki konsep perang seluruh rakyat yang meniru strategi dari Vietnam yang tidak menghalangi invasi. Namun, mereka membuat operasi AS di negaranya secara manusia dan logistik tidak berkelanjutan.
Di sisi lain, AS tidak menampik kemungkinan serangan militer ke Kuba menyusul ketegangan kedua negara. Bahkan, Menteri Perang AS, Pete Hegseth menyebut ada opsi untuk menangkap Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel seperti di Venezuela.

















