Jakarta, IDN Times - Nama Lindsey Graham menjadi salah satu figur yang sulit dipisahkan dari dinamika politik Amerika Serikat dalam dua dekade terakhir. Senator Partai Republik dari Carolina Selatan itu dikenal sebagai politisi konservatif, pendukung kuat kebijakan pertahanan AS, sekaligus salah satu sekutu terdekat Presiden Donald Trump di Kongres.
Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah mengalami sakit mendadak. Kantor Graham menyampaikan ia wafat pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat, dengan keluarga meminta doa dan privasi dalam masa berkabung.
Kepergian Graham menutup perjalanan panjang seorang politikus yang mengalami perubahan besar dalam kariernya. Ia pernah menjadi salah satu pengkritik Trump yang paling vokal, sebelum akhirnya berubah menjadi salah satu pendukung utama presiden tersebut di Washington.
Perubahan hubungan antara Graham dan Trump menjadi salah satu kisah politik paling menarik dalam Partai Republik modern, menggambarkan bagaimana dinamika kekuasaan dan kepentingan politik dapat mengubah hubungan antara dua tokoh yang sebelumnya berseberangan.
