Tiga Kepala Daerah Kena OTT KPK Dalam Sebulan, Terbaru Bupati Sukoharjo

- KPK melakukan tiga OTT terhadap bupati dalam sebulan terakhir, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang ditangkap atas dugaan pemerasan Rp2,93 miliar.
- Bupati Langkat Syah Afandin ditetapkan tersangka karena menerima fee proyek senilai lebih dari Rp1 miliar serta diduga terlibat jual beli jabatan dan korupsi seragam sekolah.
- Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby bersama pejabat lain dijerat kasus suap jual beli jabatan setelah meminta mobil mewah sebagai syarat pengangkatan Sekda.
Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiga kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bupati. Terbaru, Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang ditangkap KPK.
OTT terhadap Etik Suryani merupakan yang ke-16 kalinya sepanjang 2026. Jumlah ini melampaui catatan tahun lalu dengan 11 kali OTT.
Lalu, siapa saja bupati yang kena OTT KPK dalam sebulan terakhir?
1. Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Etik Suryani menjadi bupati teranyar yang ditangkap KPK. Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan Rp2,93 miliar setelah terjaring dalam OTT pada Kamis (9/7/2026).
Selain Etik, KPK menetapkan Kepala BPKAD Richard Tri Handoko dan Kepala Bagian Umum Tri Mulyo.
2. Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Langkat Syah Afandin dan pihak swasta bernama Yaqub Abdhal Al'Muarif ditetapkan sebagai tersangka usai OTT pada 3 Juli 2026.
Yaqub merupakan tim sukses Syah Afandin saat Pilkada 2024. Dia mendapatkan sejumlah proyek di Kabupaten Langkat dengan cara penunjukan langsung.
Rinciannya, di Dinas Pendidikan Langkat sebanyak 80 paket pekerjaan yang mencapai Rp9,5 miliar dan Dinas Perkim Langkat sebanyak 5 paket pekerjaan, senilai Rp748 juta.
Afandin kemudian meminta fee atas proyek-proyek yang didapatkan Ilhamsyah. Akhirnya disepakati besaran fee proyek Rp990 juta untuk proyek-proyek di Disdik dan Rp126,8 juta untuk proyek-proyek di Disperkim.
Selain itu, Bupati Langkat juga diduga melakukan jual beli jabatan dan korupsi seragam sekolah SD senilai Rp3,5 miliar.
3. Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby bersama Sekda Kuansing Zulkarnaen dan Direktur Utama PT MIC Ardiles ditetapkan sebagai tersangka usai OTT KPK pada awal Juli 2026.
Mereka ditetapkan menjadi tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.
Kasus bermula ketika Pemkab Kuansing melelang jabatan Sekretaris Daerah pada April 2025. Saat itu terdapat dua calon pengisi jabatan yakni Zulkarnain dan Fahdiansyah.
Suhardiman Amby meminta mobil SUV Toyota Land Cruiser 300 GR-S kepada para calon Sekda. Hal itu merupakan syarat apabila para calon ingin dipilih menjadi Sekda.



















