Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Republika Ungkap Detik-detik Kapal GSF Diintersepsi Militer Israel
armada Global Sumud Flotilla (Codas, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Komunikasi dua jurnalis Republika di misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla terputus lebih dari empat jam, diduga kuat akibat intersepsi militer Israel di perairan internasional.
  • Stevy Maradona menjelaskan bahwa istilah intersep berarti kapal telah didekati atau dinaiki tentara Israel, sehingga seluruh kru wajib mengikuti protokol keamanan tanpa aktivitas komunikasi.
  • Pasukan Israel dilaporkan mencegat armada Global Sumud Flotilla berisi 54 kapal dan menangkap sekitar 100 aktivis, termasuk dua jurnalis Republika yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kapal bantuan namanya Global Sumud Flotilla yang mau ke Gaza. Di kapal itu ada wartawan Republika, Mas Bambang dan Mas Thoudy. Tapi kapal mereka dihentikan tentara Israel di laut. Mereka tidak bisa kirim kabar lagi karena harus diam. Sekarang banyak orang masih menunggu berita dari mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun situasi intersepsi terhadap kapal Global Sumud Flotilla menegangkan, laporan Republika menunjukkan bahwa para jurnalis dan relawan telah mempersiapkan diri dengan baik melalui protokol keamanan dan sistem komunikasi teratur. Pengiriman video SOS yang berhasil diterima juga mencerminkan kesiapsiagaan serta koordinasi solid di antara peserta misi kemanusiaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona menyebut komunikasi dengan dua jurnalis yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) terputus selama lebih dari empat jam. Kondisi itu dinilai menjadi indikasi kuat bahwa kapal yang mereka tumpangi telah diintersep militer Israel di perairan internasional.

Ia mengatakan, sebelumnya para peserta misi rutin mengirimkan foto, video, dan kabar terbaru dari perjalanan mereka. Namun komunikasi mendadak terhenti sejak siang hari.

“Kita hilang kontak itu dari tadi siang ya gitu. Biasanya hilang kontak berarti mereka, karena mereka kita minta buat selalu kirim foto, selalu kirim video, selalu kirim kabar. Jadi udah lebih dari empat jam-an lah gitu mereka gak kirim apa-apa. Kita juga gak terima apa-apa dari mereka,” kata Stevy Maradona, Senin (18/5/2026).

Dia menjelaskan, setiap kapal dalam armada memiliki grup komunikasi tersendiri. Dari grup tersebut, Republika memperoleh informasi bahwa intersepsi terhadap kapal telah terjadi.

“Terakhir yang kita baru dapet kabar adalah dari kapalnya Mas Bambang Noroyono, bahwa intercept is already happening, jadi intercept sudah terjadi,” ujarnya.

Menurut Stevy, istilah intersep dalam komunikasi para relawan berarti kapal telah didekati atau dinaiki tentara Israel. Dalam situasi tersebut, seluruh awak kapal diwajibkan mengikuti protokol keamanan dengan tidak melakukan aktivitas apa pun, termasuk menggunakan telepon genggam maupun merekam video.

“Nah yang dilakukan kru adalah, kenapa misalnya sampai kita gak dapet komunikasi, karena mereka ada protokol kalau militer Israel naik ke dalam kapal mereka gak boleh ngapa-ngapain,” katanya.

Dia menambahkan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Global Sumud Flotilla pusat maupun Global Sumud Indonesia terkait kondisi terkini armada. Namun menurut dia, hal itu dilakukan untuk menghindari simpang siur informasi karena intersepsi disebut terjadi terhadap puluhan kapal.

Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Sekitar 100 aktivis disebut ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Boralize. Bambang alias Abeng bahkan sudah mengirimkan video SOS miliknya. Selain Bambang, fotografer Republika lainnya, Thoudy Badai Rifan Billah, juga berada dalam misi pelayaran kemanusiaan itu.

Republika sudah menerima video Abeng usai penangkapan, pengiriman video dilakukan oleh peserta GSF jadi tanda yang seseorang telah diintersepsi kapalnya oleh tentara IDF dan ditangkap, jadi video ini memang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Perlu diketahui pula Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal wn berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis unti tembus blokade Israel ke Gaza.

Editorial Team