Republika Harap Jurnalis-Relawan yang Ditangkap Israel Tak Alami Kekerasan

- Media Republika berharap jurnalis dan relawan Indonesia di armada Global Sumud Flotilla tidak mengalami kekerasan setelah dicegat militer Israel di perairan internasional.
- Wakil Pemimpin Redaksi Stevy Maradona menegaskan keselamatan dan perlakuan manusiawi bagi seluruh warga negara Indonesia yang diduga ditangkap pasukan Israel.
- Pasukan Israel dilaporkan mencegat sekitar 100 aktivis, termasuk dua jurnalis Republika, dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar dari Marmaris, Türkiye menuju Gaza.
Jakarta, IDN Times - Pihak media nasional Republika berharap seluruh relawan Indonesia dan jurnalis yang berada dalam armada Global Sumud Flotilla tak mengalami kekerasan maupun penyiksaan setelah dilaporkan diintersep militer Israel di perairan internasional. Republika juga berharap para peserta misi kemanusiaan itu dapat segera dipulangkan ke Indonesia. Salah seorang jurnalis Republika dikabarkan di kapal Boralize.
Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona mengatakan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di kapal menjadi harapan utama di tengah situasi yang masih berkembang. Ia meminta agar para relawan diperlakukan secara manusiawi apabila benar ditangkap oleh pasukan Israel.
“Iya harapannya sih yang pasti seluruh relawan Indonesia yang ada di kapal selamat, tidak diapapakan oleh tentara Israel, tidak mengalami penyiksaan atau tidak mengalami apapun selama satu hal pun. Dan bisa cepat apakah itu nanti dideportasi, bisa cepat pulang ke tanah air, gak harus sampe masuk, jangan sampe amit-amit deh jangan sampe masuk penjara Israel,” kata Stevy Maradona, Senin (18/5/2026).
Dia juga berharap seluruh peserta misi kemanusiaan yang ditangkap dapat segera didata dan dipulangkan tanpa mengalami tindakan kekerasan selama proses intersepsi berlangsung.
“Tapi harapannya adalah kalau pun ditangkap diperlakukan secara selayaknya manusia. Selayaknya itu gak ada apa-apa, gak ada penyiksaan, gak ada apa-apa. Didata, harus dipulangi ke Indonesia. Itu aja sih,” ujarnya.
Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Sekitar 100 aktivis disebut ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Boralize. Bambang alias Abeng bahkan sudah mengirimkan video SOS miliknya. Selain Bambang, fotografer Republika lainnya, Thoudy Badai Rifan Billah, juga berada dalam misi pelayaran kemanusiaan itu.
Republika sudah menerima video Abeng usai penangkapan, pengiriman video dilakukan oleh peserta GSF jadi tanda yang seseorang telah diintersepsi kapalnya oleh tentara IDF dan ditangkap, jadi video ini memang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Perlu diketahui pula Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal wn berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Türkiye pada Kamis unti tembus blokade Israel ke Gaza.


















