Comscore Tracker

Orang Terkaya Dunia Setujui Usulan Joe Biden Soal Kenaikan Pajak

Bezos juga menyanggah tuduhan Amazon mangkir bayar pajak

Jakarta, IDN Times - Amazon siap mendukung kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang ingin meningkatkan tarif pajak korporasi untuk menjadi sumber pembiayaan dalam perbaikan infrastruktur AS.

Chief Executive Officer (CEO) Amazon, Jeff Bezos mengaku bakal mematuhi usulan Biden yang ingin menaikkan pajak bagi perusahaan sebesar 28 persen.

"Kami mendukung fokus pemerintahan Biden dalam membuat investasi yang berani terhadap infrastruktur di Amerika. Kami menyadari bahwa investasi ini akan membutuhkan konsesi dari semua sisi, baik dari sisi penyertaan maupun bagaimana pembayarannya," jelas Bezos, seperti dikutip dari Business Times, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Sesumbar Joe Biden Amerika Tak Bisa Dikalahkan Tiongkok

1. Peningkatan tarif pajak dapat mempertahankan daya saing AS

Orang Terkaya Dunia Setujui Usulan Joe Biden Soal Kenaikan PajakPresiden Amerika Serikat Joe Biden dalam sebuah konferensi pers di Gedung Pentagon pada Kamis 11 Februari 2021. (Facebook.com/President Joe Biden)

Orang terkaya nomor satu di dunia tersebut menambahkan, pihaknya siap menantikan undangan dari pemerintah guna membicarakan tentang usulan Biden terkait kenaikan tarif pajak korporasi itu.

"Kami menantikan Kongres dan pemerintah untuk bisa bersama-sama menemukan solusi yang tepat, yang mampu menjadi cara mempertahankan atau meningkatkan daya saing AS," terang dia.

Baca Juga: Rilis Forbes 2021, Jeff Bezos Masih Jadi Orang Terkaya Sejagat

2. Jeff Bezos membantah tuduhan Biden

Orang Terkaya Dunia Setujui Usulan Joe Biden Soal Kenaikan PajakJeff Bezos (Twitter/@JeffBezos)

Pernyataan yang dilontarkan Bezos untuk siap mendukung kenaikan tarif pajak korporasi tersebut seolah menjadi sanggahan terhadap tuduhan Biden terhadap Amazon beberapa waktu lalu.

Amazon sendiri sebagai satu dari sekian banyak perusahaan teknologi termasyhur di dunia sudah sejak lama disebut tak pernah membayar pajak.

Hal itu semakin diperparah dengan tudingan Biden pada bulan lalu dengan mengutip sebuah studi keluaran Fortune pada 2019.

"Sebanyak 91 dari 500 perusahaan terbesar di dunia versi Fortune, termasuk Amazon tidak membayar satu sen pun pajak penghasilan federal dan itu adalah satu hal yang salah," ungkap Biden.

3. Peningkatan tarif pajak mendapatkan banyak dukungan

Orang Terkaya Dunia Setujui Usulan Joe Biden Soal Kenaikan PajakPresiden terpilih AS, Joe Biden (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Adapun usulan peningkatan tarif pajak ini berkaitan dengan keinginan Biden untuk memiliki dana sebesar 2 triliun dolar AS atau sekitar Rp29 ribu triliun guna membiayai program pembangunan maupun perbaikan infrastruktur di AS.

Peningkatan tarif pajak yang diusulkan Biden adalah menjadi 28 persen dari sebelumnya hanya 21 persen. Selain itu, guna mendukung keinginan tersebut, Biden juga bakal menindak perusahaan yang menggunakan tax havens atau membayar pajak dengan tarif rendah atau tidak membayarkannya sama sekali.

Usulan Biden yang mulai mendekati kenyataan tersebut nyatanya mendapatkan dukungan dari International Monetery Fund (IMF) dan juga negara-negara ekonomi maju lainnya seperti Jerman dan Prancis.

Proposal Biden menaikkan tarif pajak korporasi itu dianggap sebagai sebuah reformasi yang bisa menjadi solusi atas persaingan pajak antar negara dan penggunaan tax havens oleh banyak perusahaan.

Ini juga kemudian bakal menjadi pembicaraan para menteri keuangan dunia dalam rapat virtual G20 yang akan dilaksakan pada Rabu ini. Negara-negara G20 berharap dapat meresmikan usulan tersebut pada Juli mendatang.

Baca Juga: Joe Biden Rilis Rencana Infrastruktur Rp28 Ribu Triliun

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya