Comscore Tracker

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan Tugas

Total ada 56 wartawan yang tewas dalam 10 bulan terakhir.

Jakarta, IDN Times - Hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, hingga muncul kabar bahwa ia tewas di tangan pemerintahnya sendiri di Istanbul, Turki mengingatkan pada laporan Reporters Without Borders (RSF). 

Berdasarkan laporan tersebut, dari Januari hingga Oktober 2018 sebanyak 56 wartawan di seluruh dunia tewas ketika menjalankan tugas. Beberapa di antaranya kehilangan nyawa karena sedang atau baru saja melakukan investigasi terkait kasus tertentu.

1. Viktoria Marinova diperkosa dan dibunuh pada 6 Oktober 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan Tugasmerce.hu

Wartawan televisi Bulgaria, Viktoria Marinova, ditemukan dalam keadaan tidak berdaya pada Sabtu waktu setempat (6/10). Seperti dilaporkan The Guardian, otoritas Bulgaria mengatakan, Marinova meninggal karena dibunuh. Sebelum dihabisi, pelaku juga memperkosa perempuan 30 tahun itu.

Marinova sendiri adalah salah satu wartawan ternama di stasiun televisi lokal Ruse. Program terakhir yang dipandunya baru saja tayang pada 30 September lalu. Dalam program tersebut ia mewawancarai dua wartawan investigasi terkait dugaan penyelewangan dana yang melibatkan anggaran dari Uni Eropa, politisi serta pebisnis Bulgaria.

Baca Juga: Wartawan Bulgaria Diperkosa dan Dibunuh Usai Laporkan Dugaan Korupsi

2. Abdirizak Said Osman tewas setelah ditusuk pada 18 September 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan Tugasmidnimo.com

Reporter radio Voice of Peace di Somalia, Abdirizak Said Osman, ditusuk di bagian punggung dan jantung pada Selasa pukul 23.00 waktu setempat (18/9). Dikutip dari media lokal madmimi.com, ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 03.00 dini hari.

Tidak ada saksi mata yang melaporkan melihat kejadian tersebut. Namun, sejumlah rekan wartawan Osman meyakini bahwa motif pembunuhan itu adalah balas dendam karena ia baru saja melaporkan tidak amannya situasi di kota bernama Galkayo yang diciptakan oleh kelompok teroris Al-Shabaab. Kelompok itu berafiliasi dengan Al-Qaeda di Arab.

3. Abid Hussain meninggal setelah dianiaya oleh kelompok tak dikenal pada 23 Agustus 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan TugasReporters Without Borders

Wartawan lain yang dibunuh karena laporannya adalah Abid Hussain asal Pakistan. Hussain merupakan wartawan Daily Sagemail yang dianggap sangat vokal dalam setiap melaporkan hasil investigasinya. Ia sendiri tewas setelah dianiaya oleh kelompok tak dikenal pada 23 Agustus 2018 di Provinsi Punjab.

Sang ayah, Ghulam Farid, mengaku menjadi saksi mata atas pembunuhan anaknya itu. Ia mengatakan para pelaku menyinggung tentang tulisan-tulisan Hussain terkait perdagangan obat-obatan terlarang di wilayah tersebut.

4. Tiga wartawan Rusia dibunuh oleh kelompok bersenjata pada 30 Juli 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan TugasThe Moscow Times

Seorang wartawan perang ternama di Rusia, Orkhan Dzhemal, dan dua rekannya, Alexander Rastorguyev serta Kirill Radchenko, yang masing-masing berprofesi sebagai pembuat film dokumenter dan juru kamera tewas di tangan kelompok bersenjata di Republik Afrika Tengah pada 30 Juli 2018.

Menurut laporan media Prancis Ouest France, ketiganya sampai di Sibut yang terletak 300 km dari Ibu Kota Bangui untuk meliput tentang kelompok tentara bayaran yang direkrut oleh perusahaan sekuriti Rusia bernama Wagner. 

Menteri Komunikasi Republik Afrika Tengah, Ange Maxime Kazagui, sempat mengatakan ketiganya tak memiliki akreditasi pers. Namun, ini dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyatakan mereka semua masih membawa kartu pers.

5. Ahmed Abu Hussein ditembak oleh tentara Israel padahal memakai penanda wartawan pada 25 April 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan TugasPalestine Chronicle

Ahmed Abu Hussain memakai helm biru dengan tulisan TV dan rompi bertuliskan PERS ketika meliput demonstrasi damai di perbatasan Gaza pada 25 April 2018. Namun, itu tak menghindarkannya dari peluru tentara Israel yang menurut rekan sesama reporter, Rami el Sharafi, sengaja diarahkan ke tubuh Hussain. 

Apalagi kala itu ia berada 700 meter dari lokasi demonstrasi yang merupakan jarak aman, bahkan dari peluru salah sasaran sekalipun. Kematian Hussain sendiri mendapat kecaman dari Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, yang meminta adanya investigasi terhadap insiden tersebut.

6. Jan Kuciak ditembak bersama kekasihnya pada 25 Februari 2018

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan TugasUS Mission to the OSCE

Laki-laki asal Slovakia itu ditembak mati bersama dengan kekasihnya, Martina Kusnirova, pada 25 Februari 2018. Berdasarkan laporan Reuters, pembunuhan itu terjadi karena berkaitan dengan pekerjaan Kuciak yang saat itu tengah menginvestigasi korupsi di negaranya yang diduga melibatkan kelompok kriminal asal Italia, ‘Ndragheta.

Pada akhir September lalu otoritas Slovakia memvonis tiga pria yang terbukti sebagai pelaku pembunuhan Kuciak dan Kusnirova. Dikutip dari BBC, hakim mengatakan salah satu pelaku berhubungan dengan polisi. Kematian Kuciak dan kekasihnya pun melahirkan demonstrasi damai di sejumlah kota di Slovakia.

7. Daphne Caruana Galizia meninggal di dalam mobilnya yang sudah dipasang bom pada 16 Oktober 2017

7 Wartawan Bernasib Tragis Karena Jalankan TugasThe Malta Independent

Hampir setahun lalu, Malta dikejutkan oleh kabar tewasnya Daphne Caruana Galizia yang merupakan wartawan The Malta Independent pada 16 Oktober 2017. Galizia meninggal ketika menyetir mobilnya di Bidnija pada pukul 15.00 waktu setempat. Mobil Galizia tersebut rupanya sudah dipasangi bom.

Dilansir Times of Malta, dua minggu sebelum kematiannya, Galizia sempat melapor ke kepolisian bahwa ia menerima ancaman pembunuhan. Galizia sendiri ikut mengungkap sejumlah kasus yang melibatkan politisi Malta. Salah satu investigasi terbarunya adalah mengenai skandal Panama Papers.

Baca Juga: Pelaku Bom Mobil Jurnalis Panama Paper Malta Akhirnya Tertangkap

Baca Juga: 5 Hal Seputar Misteri Hilangnya Wartawan Jamal Khashoggi

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya