Comscore Tracker

Gara-gara Mendampingi Istri Melahirkan, Pria Ini Dipecat dari Perusahaan!

Kejam!

Seorang pria bernama Lamar Austin di New Hampshire, Amerika Serikat, dipecat dari perusahaannya karena absen dari pekerjaannya. Pemecatan ini menjadi perbincangan publik karena Lamar beralasan tidak bisa kerja sebab menunggui istrinya yang sedang melahirkan putra mereka pada 31 Desember 2016 lalu.

Beberapa jam setelah kelahiran sang putra, Lamar mendapat kabar dari perusahaan bahwa ia kehilangan pekerjaan.

Gara-gara Mendampingi Istri Melahirkan, Pria Ini Dipecat dari Perusahaan!Leah Willingham/Concord Monitor

Dikutip dari Concord Monitor, Lamar sebelumnya adalah seorang pegawai di perusahaan penyedia jasa keamanan swasta bernama Salerno Protective Service. Kala itu ia masih dalam status percobaan selama 90 hari dan harus selalu siap siaga memenuhi panggilan.

Namun, karena sang istri melahirkan, Lamar memilih untuk menemaninya. Beberapa jam setelah kelahiran sang putra, Lamar mendapat kiriman sms yang berisi kabar pemecatannya. Lamar pun tetap berpikiran optimis dan mengaku tak khawatir dengan urusan uang karena dia tetap memilih keluarga.

Baca Juga: Perusahaan Ini Siapkan Pekerjaan untuk Obama Saat Pensiun

Setelah berita tentang pemecatan dilaporkan media, Lamar langsung mendapat tiga tawaran pekerjaan.

Gara-gara Mendampingi Istri Melahirkan, Pria Ini Dipecat dari Perusahaan!gofundme.com

The Independent melaporkan bahwa Lamar telah menerima tiga tawaran pekerjaan, salah satunya adalah dari perusahaan lokal International Brotherhod of Electrical Workers. Tak hanya itu, seorang ibu di Massachusetts bernama Sara Persechino yang juga merupakan advokat untuk cuti keluarga berbayar juga berinisiatif menggalang dana untuk Lamar dan keluarganya melalui sebuah situs bernama Go Fund Me. Ia menargetkan bisa mendapat donor sebesar 10.000 dolar AS atau setara Rp 133 juta. Hingga saat ini, jumlah sumbangan sudah mencapai Rp 122 juta.

Baca Juga: Pelecehan Seksual di India Terus Terjadi, Para Artis Bollywood Angkat Suara

Topic:

Berita Terkini Lainnya