Comscore Tracker

Ibunda Yesus Jadi Nama Masjid Terkenal Abu Dhabi

Maria atau Maryam adalah sosok yang dihormati oleh dua agama

Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) membuat keputusan cukup mengejutkan. Pada 14 Juni lalu, ketika masih bulan ramadan, pemerintah mengubah nama sebuah masjid. Masjid yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Sheikh Mohammed bin Zayed diubah menjadi Maryam Umm Issa.

Nama tersebut bermakna Maria Ibu Yesus dalam bahasa Arab.

Ibunda Yesus Jadi Nama Masjid Terkenal Abu Dhabigodubaiabudhabi.com

Dikutip dari Al Arabiya, Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan memerintahkan penggantian nama tersebut. Dalam bahasa Arab sendiri Maryam Umm Issa berarti Maria Ibu Yesus. Namun, dalam keyakinan orang muslim, nama itu juga bisa berarti Maryam Ibu Nabi Isa.

Langkah tersebut diambil, terutama ketika sedang ramadan, adalah untuk menunjukkan bahwa pemerintah PEA serius dalam berkomitmen untuk membangun koneksi antar pengikut agama lain. Selain itu, menurut laporan, keputusan untuk memakai nama Maryam (atau Maria dalam agama Kristen) adalah untuk menguatkan persamaan karakteristik antar kedua agama.

Baca Juga: Pangeran Abu Dhabi Akan ke Indonesia, Bakal Seheboh Raja Salman?

PEA meresmikan Kementerian Toleransi pada Februari lalu.

Ibunda Yesus Jadi Nama Masjid Terkenal Abu DhabiRyan Carter/Crown Prince Court via The National

Keputusan untuk mengubah nama masjid menjadi Maryam Umm Issa dinilai sebagai tindak lanjut atas peresmian Kementerian Toleransi PEA pada Februari lalu. Kementerian tersebut adalah satu-satunya di dunia.

Sang menteri, Sheikha Lubna Al Qasimi, menulis sebuah artikel di situs Independent Catholic News yang terbit pada 19 Juni lalu. Dalam tulisannya, Sheikha Lubna menyatakan bahwa:

Meski kami adalah negara yang mayoritas penduduknya memeluk Islam, kami saat ini memiliki lebih dari 40 gereja yang mengakomodasi ratusan ribu pemeluk agama Kristen dari beragam denominasi, juga ada tempat ibadah untuk Sikh dan Hindu. Kami bangga terhadap keberagaman kami yang meliputi lebih dari 200 kewarganegaraan yang tinggal di negara kami, dan juga terhadap bukti warisan Kekristenan kuno milik kami yang lahir 1.400 tahun lalu.

Sheikha Lubna juga menyadari bahwa langkah itu penting di tengah semakin meningkatnya intoleransi terhadap agama Kristen dan umat Kristen di kawasan Timur Tengah. Ia pun menegaskan bahwa tak hanya sekadar menghormati Bunda Maria, PEA juga ingin terus berkomitmen terhadap toleransi dalam segala aspek kehidupan.

Masjid Mariam Umm Issa terletak di dekat tiga gereja lain.

Ibunda Yesus Jadi Nama Masjid Terkenal Abu DhabiRyan Carter/Crown Prince Court via The National

Penekanan betapa tolerannya PEA terhadap keberagaman agama ditunjukkan oleh Sheikha Lubna melalui lokasi di mana Masjid Mariam Umm Issa berada. Ia menyebutkan bahwa masjid ternama tersebut berada sangat dekat dengan Gereja Katedral St. Joseph, Gereja Anglikan St. Andrews, dan Gereja Koptik Ortodoks.

Masjid yang dibuka pada 2007 tersebut adalah salah satu yang paling besar dan populer di PEA. Fondasi pertamanya diletakkan oleh Sheikh Zayed pada tahun 1990-an. Masjid yang memiliki 10.000 area internal dan 30.000 area eksternal yang bisa menampung 40.000 jemaat.

Tak hanya ukuran dan lokasinya yang membuat Masjid Maryam Umm Issa menarik untuk dikunjungi wisatawan yang sekaligus ingin beribadah. Arsitekturnya yang didominasi warna putih dengan ornamen yang meliputi ayat-ayat suci Al Quran juga menambah kemegahan masjid yang dibangun oleh ribuan pekerja itu.

Masjid yang sebelumnya mengambil nama Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed tersebut sangat penting. Pasalnya, para pejabat negara, termasuk keluarga royal sendiri, biasanya menunaikan salat Idul Fitri di masjid ini.

Maria sendiri dikagumi oleh Kristen dan Islam.

Ibunda Yesus Jadi Nama Masjid Terkenal Abu Dhabieuustours.com

Kesamaan karakteristik antara Islam dan Kristen yang ditekankan oleh PEA melalui nama masjid tersebut adalah bahwa Bunda Maria sosok wanita yang dikagumi kedua agama. Ibu dari Yesus itu bahkan dihormati dalam Islam dengan adanya Surat Maryam dan Surat Al Imran (berasal dari nama ayahnya).

Kedua surat menceritakan tentang kehidupan Maria, terutama ketika ia mengandung dan melahirkan Yesus dalam keyakinan nasrani dan Nabi Isa dalam kepercayaan muslim. Bahkan, Nabi Muhammad sendiri pernah menyebutkan bahwa dia merupakan satu dari empat wanita terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan Asiyah, Khadijah, serta Fatimah.

Baca Juga: Merayakan Gol dan Perbedaan Agama ala Bali United

Topic:

Berita Terkini Lainnya