Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan akan mempertahankan pasukannya di Mali dan membantu junta militer. Moskow menegaskan tidak ada rencana penarikan pasukannya dari negara Afrika Barat tersebut.
“Kami membantah adanya rencana menarik pasukan Rusia dari Mali. Keberadaan Rusia di sana berhubungan dengan kebutuhan dari otoritas setempat untuk menjaga keamanan,” tuturnya, dikutip dari RFI, Sabtu (2/5/2026)
Kelompok paramiliter Rusia sudah berada di Mali sejak 2020. Kehadiran tentara bayaran itu untuk membantu junta militer Mali dalam melawan instabilitas dan krisis keamanan imbas kelompok teroris dan pemberontak.
