Ukraina Tolak Gencatan Senjata pada Hari Kemenangan Rusia

- Ukraina menolak rencana gencatan senjata pada Hari Kemenangan Rusia, menyebutnya hanya gestur politik dan menyerukan gencatan senjata penuh selama 30 hari segera dilakukan.
- Presiden Zelenskyy menegaskan Ukraina ingin gencatan senjata jangka panjang yang dapat dipercaya, sambil terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat untuk memastikan keamanan rakyat.
- Kremlin mengumumkan parade militer Hari Kemenangan tanpa tank demi keamanan, sementara PM Slovakia Robert Fico dijadwalkan hadir meski sebelumnya mendapat peringatan dari Uni Eropa.
Jakarta, IDN Times - Ukraina menolak rencana gencatan senjata pada Hari Kemenangan di Rusia. Kiev menyebut bahwa langkah tersebut hanyalah sebuah gestur politik dan tidak menunjukkan keinginan gencatan senjata jangka panjang.
“Kenapa tidak sekarang? Kenapa harus menunggu sampai tanggal 8 Mei? Jika Rusia memang ingin damai, gencatan senjata harus dilakukan sesegera mungkin. Ukraina sudah siap gencatan senjata penuh dan menyerukan Rusia mendeklarasikan selama 30 hari,” tutur Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dikutip dari TVP World, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, Ukraina dan Rusia sudah menyetujui gencatan senjata pada Hari Paskah Ortodoks. Namun, kedua negara saling tuding soal pelanggaran gencatan senjata.
1. Zelenskyy sebut Ukraina masih melihat gencatan senjata tersebut

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina akan melihat lebih dahulu gencatan senjata itu. Ia menilai harus dipastikan beberapa jam sebelum dimulainya parade di Moskow.
“Proposal kami adalah gencatan senjata jangka panjang, dapat dipercaya, dan menjamin keamanan rakyat. Kami masih akan menginstruksikan negosiator kami untuk berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS),” ungkapnya, dilansir dari Euronews.
2. Parade militer Hari Kemenangan tanpa tank

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa Hari Kemenangan tahun ini tidak menghadirkan tank dan kendaraan militer. Menurutnya, langkah ini untuk mengurangi bahaya.
“Semua kebijakan sudah diambil untuk meminimalisir bahaya. Rusia terus mewaspadai adanya ancaman terorisme dari Ukraina,” katanya.
Parade militer tanpa tank ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak 2007. Padahal, selama ini kehadiran tank dan kendaraan militer menjadi simbol kekuatan militer Rusia.
3. Rusia sebut PM Slovakia akan hadir dalam parade militer di Moskow

Dilansir The Moscow Times, Penasehat Luar Negeri Kepresiden Rusia, Yury Ushakov mengatakan bahwa Perdana Menteri (PM) Slovakia, Robert Fico akan hadir dalam parade militer Hari Kemenangan di Moskow. Menuruntya, Fico ingin berkunjung ke Rusia pada hari tersebut.
Pada tahun lalu, Fico sudah menghadiri parade di Rusia meskipun sudah diperingatkan oleh Uni Eropa (UE). Fico menjadi salah satu dari sejumlah pemimpin Eropa yang hadir dalam acara tersebut, termasuk PM Hungaria, Viktor Orban.


















