Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris resmi mengusir diplomat Rusia pada Rabu (29/4/2026). Pengusiran ini dilakukan sebagai balasan karena Rusia juga sudah mengusir diplomat Inggris pada akhir Maret lalu.
Inggris Usir Diplomat Rusia, Hubungan Memanas

- Pemerintah Inggris resmi mengusir diplomat Rusia sebagai balasan atas tindakan serupa dari Moskow, setelah memanggil Duta Besar Rusia untuk memberi konfirmasi langkah tersebut.
- Rusia sebelumnya mengusir diplomat Inggris karena tuduhan spionase dan penggunaan identitas palsu, yang kemudian dibantah keras oleh Pemerintah Inggris sebagai fitnah tanpa dasar.
- Aksi saling usir diplomat memperburuk hubungan Inggris-Rusia yang sudah tegang akibat perang Ukraina dan sanksi ekonomi, menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya komunikasi diplomatik.
Sebelum melakukan pengusiran, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris sudah lebih dulu memanggil Duta Besar Rusia di London, Andrey Kelin. Langkah ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kedua belah pihak sekaligus memberi konfirmasi soal pengusiran yang akan dilakukan.
“Kami telah memanggil Duta Besar Rusia untuk mengumumkan bahwa kami mengambil tindakan balasan, yaitu mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia," bunyi pernyataan resmi Kemlu Inggris, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Rusia mengusir diplomat Inggris karena aksi spionase

Bulan lalu, Rusia mengusir diplomat Inggris karena diduga melakukan aksi spionase. Menurut Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), diplomat tersebut menjabat sebagai Sekretaris 2 di Kedutaan Besar Inggris yang ada di Moskow.
FSB menambahkan, diplomat Inggris tersebut berupaya mencuri info rahasia soal situasi perekonomian Rusia saat dirinya sedang melakukan pertemuan resmi. Aksi tersebut akhirnya dikecam oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Selain melakukan spionase, diplomat Inggris itu juga menggunakan identitas palsu selama bertugas di Moskow. Menurut FSB, tindakan itu sama sekali tidak pantas dilakukan oleh seorang diplomat yang sedang bertugas di negeri orang.
2. Inggris tidak terima diplomatnya diusir

Pengusiran diplomat ini akhirnya menuai kecaman dari Pemerintah Inggris. Inggris mengaku tidak terima diplomatnya diusir paksa oleh Rusia karena tuduhan spionase. Mereka menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan mengandung fitnah yang keji.
"Kami mengutuk keras keputusan Rusia yang tidak beralasan bulan lalu untuk mengusir diplomat Inggris lainnya karena kampanye fitnah publik jahat yang menyertainya. Perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima dan kami tidak akan mentolerir pelecehan atau intimidasi terhadap staf diplomatik kami," demikian pernyataan Kemlu Inggris.
"Tindakan Rusia yang berulang kali, tanpa provokasi dan tanpa dasar, dirancang untuk mengganggu kerja sama diplomatik kita dan merupakan bagian dari kampanye perilaku agresif yang lebih luas terhadap Inggris. Setiap tindakan lebih lanjut oleh Rusia akan dianggap sebagai eskalasi dan akan ditanggapi dengan tegas dan proporsional," lanjut pernyataan tersebut.
3. Hubungan Inggris dengan Rusia makin panas

Aksi saling usir diplomat yang dilakukan Inggris dan Rusia ini membuat hubungan kedua negara makin panas. Para pengamat memperingatkan bahwa aksi ini akan menghambat komunikasi dan kerja sama di antara kedua negara.
Sebelumnya, hubungan Inggris dan Rusia juga sudah tegang. Ini terjadi karena Inggris mengecam keras serangan Rusia ke Ukraina. Selain itu, ini juga karena Inggris yang menjadi negara NATO ikut memberi sanksi ekonomi ke Rusia imbas agresi militer ke Ukraina.


















