Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), pada Sabtu (21/3/2026), disebut merencanakan upaya pembunuhan palsu kepada Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban. Aksi itu untuk mengubah pandangan publik Hungaria.
Dilansir United24, operasi bertajuk Gamechanger tersebut ditujukan untuk meningkatkan dukungan kepada Orban. Sebab, elektabilitas Orban di mata publik Hungaria kian tergerus imbas tekanan ekonomi.
Menjelang pemilihan umum (pemilu) parlemen, situasi politik di Hungaria semakin panas. Sebab, survei menunjukkan bahwa pemimpin oposisi Hungaria, Peter Magyar berhasil merebut perolehan suara mayoritas.
