Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

Intinya sih...

  • Rusia berencana memisahkan PLTN dari jaringan listrik Ukraina

  • Zelenskyy peringatkan Rusia untuk mengedepankan diplomasi

  • Zelenskyy sebut suplai sistem pertahanan Ukraina tidak cukup

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) mengatakan, Rusia akan melancarkan serangan untuk melumpuhkan sistem energi di Ukraina. Langkah ini untuk mendesak Ukraina agar menerima perjanjian damai yang diinginkan Rusia. 

“Agar mendesak Ukraina menyerah untuk mengakhiri perang, negara agresor Rusia memilih melancarkan serangan ke sistem energi, terutama pembangkit listrik yang menjadi penyokong PLTN di Ukraina,” tuturnya, dikutip dari United24, Senin (19/1/2026). 

Pekan lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Keputusan ini didorong putusnya listrik dan penghangat ruangan di tengah musim dingin. 

1. Rusia berupaya memisahkan PLTN dari jaringan listrik nasional

HUR menyebut bahwa rencana Rusia adalah memisahkan unit PLTN dari sistem energi nasional. Rencana perusakan ini akan memicu pemadaman listrik dan penghangat ruangan di seluruh Ukraina, terutama saat musim dingin. 

Pada Januari 2025, HUR menemukan Rusia sudah mengintai dan mengidentifikasi titik utama sistem jaringan listrik di Ukraina. Tak hanya berusaha melemahkan sistem energi Ukraina, Kremlin juga berniat membuat serangan ini sebagai ancaman bagi Eropa. 

“Rusia memiliki rencana untuk mengintensifkan serangan ke Ukraina sebagai bentuk intimidasi ke negara-negara Eropa. Maka dari itu, Barat akan menghentikan dukungan militer ke Ukraina,” ungkapnya. 

2. Zelenskyy peringatkan Rusia untuk mengedepankan diplomasi

Zelenskyy mengatakan bahwa setiap serangan Rusia ke sektor energi Ukraina pada musim dingin akan melemahkan upaya diplomasi. Serangan ini hanya akan membuat Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perundingan damai. 

“Ukraina sedang mencari jalan konstruktif dalam diplomasi. Sedangkan Rusia berfokus pada serangan dan menghancurkan kehidupan warga sipil di Ukraina,” terangnya, dikutip dari RBC Ukraine.

Presiden Ukraina keenam itu mengatakan akan membagikan informasi ini kepada negara yang mampu mempengaruhi Rusia. Pengaruh ini akan membantu dan menghentikan serangan Rusia ke Ukraina. 

3. Zelenskyy sebut suplai sistem pertahanan Ukraina tidak cukup

Pada akhir pekan lalu, Zelenskyy mengatakan bahwa suplai sistem pertahanan udara Ukraina tidak cukup untuk menghalau serangan Rusia. Ia menyebut, sejumlah sistem pertahanan tidak dilengkapi dengan rudal. 

“Saya dapat mengatakan secara terbuka karena hari ini saya masih memiliki rudal tersebut. Kami meminta negara-negara sekutu untuk mengirimkan rudal dengan cepat karena musim dingin tidak berakhir besok bagi kami,” katanya, dilansir BBC.

Menteri Energi Ukraina menyebut, Moskow sengaja mengeksploitasi musim dingin yang luar biasa ini. Ia menginstruksikan perusahaan listrik negara untuk meningkatkan impor energi dari luar negeri untuk mencegah pemadaman. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team