Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Presiden Zelenskyy Tetapkan Status Darurat Energi di Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sedang melakukan pertemuan.
potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (commons.wikimedia.org/Le Commissaire)
Intinya sih...
  • Warga Ukraina mengalami kedinginan karena serangan Rusia merusak fasilitas energi.
  • Lebih dari 1 juta warga kehilangan pasokan listrik akibat serangan Rusia.
  • Suhu malam hari di Ukraina bisa mencapai -20 derajat celcius.
  • Volodymyr Zelenskyy sudah meminta pihak terkait untuk mengatasi krisis energi di Ukraina.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menetapkan status darurat energi di negaranya pada Rabu (14/1/2026). Hal ini karena pasukan Rusia terus mengincar fasilitas energi seperti pembangkit tenaga listrik setiap kali melancarkan serangan ke Ukraina. 

Serangan yang dilakukan Rusia kerap ditujukan ke fasilitas energi yang ada di Ibukota Kyiv. Pada pekan lalu saja, 70 persen wilayah Kyiv mengalami pemadaman listrik imbas serangan tersebut. Namun, pasukan Rusia sebetulnya juga kerap melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kota-kota lain. 

1. Krisis energi menyebabkan masyarakat mengalami kedinginan

Sebuah daerah pegunungan yang sangat dingin.
ilustrasi udara dingin (pexels.com/Tom Verdoot)

Volodymyr Zelenskyy mengatakan krisis energi yang terjadi di Ukraina saat ini membuat warga kedinginan. Sebab, tidak ada energi listrik untuk menyalakan pemanas ruangan karena fasilitas energi rusak imbas diserang Rusia.

Ukraina saat ini juga sedang dilanda musim dingin hebat. Suhu pada malam hari di sana dilaporkan bisa mencapai -20 derajat celcius. Zelenskyy menilai Vladimir Putin memang sengaja menggempur fasilitas energi Ukraina untuk membuat warganya mati kedinginan.

Pada pekan lalu, seorang pejabat Ukraina yang tidak disebut namanya mengatakan lebih dari 1 juta warga sudah kehilangan pasokan listrik imbas serangan Rusia. Serangan tersebut menargetkan fasilitas energi milik DTEK. DTEK sendiri merupakan perusahaan swasta yang menyediakan energi listrik untuk 5,6 juta warga Ukraina.  

2. Volodymyr Zelenskyy sudah meminta pihak terkait untuk mengatasi krisis energi di Ukraina

Tiang listrik yang menjulang tinggi.
ilustrasi pembangkit listrik (pexels.com/Pok Rie)

Untuk mengatasi masalah ini, Zelenskyy sudah meminta Wakil Perdana Menteri sekaligus Perdana Menteri Ukraina untuk memperbaiki kerusakan fasilitas energi yang disebabkan serangan Rusia. Sebab, krisis energi yang terjadi saat ini bisa membahayakan warga.

Zelenskyy juga sudah memerintahkan peningkatan bantuan darurat di sekitar Kyiv untuk menyediakan pemanas dan listrik sementara bagi warga. Ini bertujuan agar warga bisa tetap beraktivitas dan terhindar dari kedinginan.

"Wakil Perdana Menteri Pertama sekaligus Menteri Energi Ukraina telah ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan yang mendukung masyarakat dan komunitas dalam kondisi ini," tulis Zelenskyy di laman X.

3. Volodymyr Zelenskyy sudah bertemu Donald Trump untuk berdamai dengan Rusia

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang melakukan pertemuan.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/The White House)

Volodymyr Zelenskyy sebetulnya sudah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Desember 2025 lalu. Pertemuan itu bertujuan untuk mendiskusikan upaya perdamaian dengan Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, Trump menjanjikan jaminan keamanan kepada Ukraina jika mampu berdamai dengan Rusia. Zelenskyy menyambut baik niat tersebut. Sebab, menurutnya, Ukraina memang butuh jaminan keamanan untuk mencegah serangan lanjutan dari Rusia.  

Usai pertemuan tersebut, Zelensky yakin dengan progres upaya perdamaian dengan Vladimir Putin. Ia bahkan mengklaim progres upaya perdamaian sudah mencapai 90 persen.

Namun, upaya perdamaian antara Ukraina dan Rusia belum tercapai. Bahkan, pasukan Rusia hingga kini masih melakukan serangan ke Ukraina menggunakan ratusan drone dan rudal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

FPI Bakal Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi Terkait Materi Salat

15 Jan 2026, 19:40 WIBNews