Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Ukraina
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Intinya sih...

  • Serangan udara Rusia mengenai jaringan listrik tegangan tinggi di Ukraina Barat, memutus pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

  • Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengutuk keras serangan Rusia ke fasilitas energi di negaranya dan meminta dukungan senjata jarak jauh dari negara-negara Barat.

  • Zelenskyy akan hadir dalam negosiasi perdamaian di AS setelah menjalani dialog perdamaian antara Ukraina, Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia, pada Sabtu (7/2/2026), melancarkan serangan udara terbesar pada 2026 yang menyasar infrastruktur energi Ukraina. Totalnya ada 447 target serangan udara Rusia kali ini di Ukraina bagian barat. 

Dilansir United24, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia sudah mengerahkan pesawat pembom, Tu-96MS, Tu-160, dan Tu-22M3. Selain itu, terdapat sejumlah rudal jelajah, seperti Kalibr dan Kh-101 yang diluncurkan ke Ukraina. 

Pekan lalu, Rusia setuju menangguhkan sementara serangan udara ke ibu kota Kiev. Namun, Moskow melanjutkan serangan udara ke sejumlah wilayah lain di Ukraina. 

1. Serangan mengenai jaringan listrik tegangan tinggi di Ukraina Barat

Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal mengungkapkan operasional jaringan listrik tegangan tinggi antara 750 KV dan 330 kV. Selain itu, serangan juga memutus pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ukraina bagian barat.

“Untuk sekarang tahap darurat 4,5 dan 5 sudah diterapkan dalam menanggapi putusnya aliran listrik di seluruh negeri. Insiden ini membuat listrik dari PLTN harus dikurangi untuk menstabilkan jaringan listrik,” ungkapnya. 

Dalam menanggapi tingginya skala gangguan listrik, operator listrik Ukraina, Ukrenergo sudah meminta permintaan darurat ke Polandia. Dengan ini, Ukraina dapat mengimpor listrik dari Polandia. 

2. Zelenskyy mengutuk serangan besar Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengutuk keras serangan Rusia ke fasilitas energi di negaranya. Menurutnya, Moskow sengaja membuat warga sipil Ukraina kedinginan tanpa aliran listrik dan penghangat ruangan. 

“Moskow sengaja menggunakan cuaca dingin sebagai pengaruh untuk melawan Ukraina. Langkah ini justru dilakukan di tengah upaya diplomatik dalam mengakhiri perang,” katanya, dilansir dari EFE.

Zelenskyy mengingatkan kepada seluruh sekutunya untuk memahami situasi di Ukraina. Ia meminta agar negara-negara Barat melanjutkan pengiriman senjata jarak jauh dan sistem pertahanan udara. 

3. Zelenskyy akan hadir dalam negosiasi perdamaian di AS

Setelah menjalani dialog perdamaian antara Ukraina, Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab, ketiganya akan melanjutkan dialog ketiga di AS. Zelenskyy mengonfirmasi akan hadir dalam negosiasi tersebut. 

“Kami sudah mengulas dengan tim soal progres proposal dokumen untuk mengakhiri perang serta prospek untuk mengadakan pertemuan selanjutnya. Saya percaya progres lanjutan ini dibutuhkan,” terang Zelenskyy. 

Selain itu, presiden Ukraina keenam itu mengaku akan memberitahukan perkembangan negosiasi kepada negara-negara Eropa. Ia akan menginformasikan soal seluruh proses negosiasi trilateral. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team