Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Tolak Damai, Ukraina Intensifkan Serangan ke Kilang Minyak
ilustrasi bendera Ukraina (pexels.com/andrii-smuryhin)
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memerintahkan serangan berkelanjutan ke kilang minyak Rusia, menuding penolakan Vladimir Putin berdamai memperburuk krisis energi di negaranya.
  • Zelenskyy membentuk pasukan khusus untuk serangan jarak jauh dan mengklaim drone Ukraina telah mencapai seluruh kilang minyak Rusia hingga jarak 2.500 km.
  • Serangan drone Ukraina menurunkan kapasitas produksi BBM Rusia hingga 40 persen, menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang memengaruhi sekitar 50 juta warga di berbagai wilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memerintahkan tentara Ukraina untuk terus meluncurkan serangan ke kilang minyak di Rusia. Menurutnya, krisis energi di Rusia semakin buruk karena penolakan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengakhiri perang. 

Beberapa bulan terakhir, Rusia sudah terdampak krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah, termasuk Moskow dan St. Petersburg. Kelangkaan BBM ini didorong oleh serangan bertubi-tubi Ukraina ke infrastruktur energi Rusia. 

1. Zelenskyy bentuk pasukan khusus serangan jarak jauh

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy mengumumkan pembentukan pasukan khusus untuk meluncurkan serangan jarak jauh ke Rusia. Pasukan tersebut nantinya akan mengoordinir sejumlah serangan jarak jauh yang menargetkan infrastruktur energi di Rusia. 

“Serangan jarak jauh kami sudah mencapai beberapa kawasan di Rusia. Kami sudah mengintensifkan strategi ini. Tentara kami akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mencapai Rusia,” ungkapnya, dikutip dari Democrata, Sabtu (11/7/2026).

 Ia memperingatkan Putin jika terus keras kepala tidak mau mengakhiri perang maka dampak di Rusia akan semakin buruk. Menurutnya, Rusia akan mengalami masalah kelangkaan BBM yang buruk. 

2. Zelenskyy sebut drone Ukraina sudah mencapai seluruh kilang minyak Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengatakan drone Ukraina sudah mencapai seluruh kilang minyak di Rusia. Ia mengapresiasi pasukannya yang mampu meluncurkan serangan hingga jarak 2.500 km di dalam Rusia. 

“Pekan ini, tentara kami mencapai hasil yang signifikan dalam meluncurkan serangan jarak jauh ke fasilitas Rusia yang digunakan membantu perang. Drone Ukraina bahkan sudah terbang hingga jarak 2.500 km di Omsk, Siberia,” katanya, dilansir dari Ukrinform.

Selain mencapai Siberia, drone Ukraina disebut mampu mencapai area Leningrad dan Bryansk. Ia menekankan, serangan jarak jauh ini adalah bagian sanksi dari Ukraina untuk Rusia yang dilancarkan secara presisi. 

3. Kapasitas produksi BBM Rusia turun 40 persen

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/fotiniya)

Serangan jarak jauh Ukraina ke infrastruktur energi diperkirakan sudah memberikan dampak besar pada Rusia. Berdasarkan analisis Financial Times, serangan drone Ukraina sudah menurunkan kapasitas produksi BBM Rusia hingga 20-40 persen. 

Dilansir Ukrainska Pravda, kelangkaan BBM sudah berdampak pada 50 juta warga Rusia. Alhasil, sebanyak hampir 50 area di Rusia sudah menerapkan pembatasan pembelian BBM dan terlihat antrean panjang pembelian di berbagai pom bensin di seluruh negeri. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article