Di Qatar, serangan terbaru Iran menghantam pangkalan udara Al-Udeid yang dipakai militer AS. Serangan itu dikabarkan telah merusak satu jet tempur yang sedang dalam perbaikan dan ruang pusat kontrol militer. Sementara di Yordania dan Kuwait, serangan Iran menghantam ruang pusat kontrol militer dan hanggar drone milik AS.
Iran Balas Serang Markas Militer AS di Qatar, Yordania, dan Kuwait

- Iran melancarkan serangan rudal balistik ke markas militer AS di Qatar, Yordania, dan Kuwait, menyebabkan kerusakan pada jet tempur serta fasilitas kontrol dan hanggar drone.
- Serangan tersebut merupakan balasan atas aksi militer AS sehari sebelumnya yang menargetkan sekitar 140 lokasi di Iran setelah insiden kapal berbendera Siprus di Selat Hormuz.
- Pola saling serang antara Iran dan AS terus berulang, terutama terkait ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi titik panas konflik kedua negara.
1. Beberapa rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara

Sebetulnya, beberapa rudal yang ditembakkan oleh IRGC berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Qatar, Yordania, dan Kuwait. Namun, rudal lainnya berhasil mengenai target sasaran, yakni markas militer AS hingga menyebabkan sejumlah kerusakan.
Selain menyerang pangkalan militer AS, Iran dikabarkan juga kembali meluncurkan serangan ke kapal yang sedang melintas di Selat Hormuz. Namun, tidak diketahui dari negara mana kapal tersebut berasal. Sebelumnya, Iran juga sudah melakukan serangan ke kapal berbendera Siprus yang sedang berlayar di Selat Hormuz.
2. Serangan dilakukan untuk membalas Amerika Serikat

Semua serangan tadi dilakukan Iran sebagai balasan atas serangan AS pada Sabtu (11/7/2026). Sebab, kala itu, Pusat Komando (CENTCOM) AS meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah yang ada di Iran, yakni Chabahar di Qeshm Island, Bandar Abbas, Sirik, Bushehr, dan Asaluyeh. CENTCOM menjelaskan, pihaknya berhasil membombardir sekitar 140 target militer dalam serangan tersebut. Serangan ini dilakukan karena Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz.
“Pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan ketiga terhadap Iran minggu ini setelah pasukan Korps Garda Revolusi Iran secara terang-terangan menyerang M/V GFS Galaxy, sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz. Seorang awak kapal sipil hilang dan kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kebakaran di dalam kapal yang menimbulkan kerusakan berat di ruang mesin,” jelas CENTCOM dalam sebuah unggahan di media sosial X.
3. Serangan Iran ke markas militer AS merupakan pola lama

Serangan yang dilakukan Iran ke markas militer AS di Qatar, Yordania, dan Kuwait tadi sebetulnya merupakan pola lama. Sebab, setiap diserang AS, Teheran memang selalu membalas dengan melakukan serangan ke pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara Timur Tengah.
Pada 27 Juni lalu, misalnya, IRGC meluncurkan serangan ke markas militer AS yang ada di Bahrain dan Kuwait. Serangan itu dilakukan karena AS menyerang Iran. Ketika itu, AS melakukan serangan ke Iran karena mereka menyerang sejumlah kapal yang berlayar di Selat Hormuz. Pola ini selalu berulang dengan inti permasalahan yang sama, yakni Selat Hormuz.




















