Jakarta, IDN Times - Hubungan diplomatik antara Rusia dan Inggris kembali memanas pada Senin (30/3/2026), setelah Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) resmi mengusir seorang diplomat Inggris bernama Albertus Gerhardus Janse van Rensburg. Diplomat yang menjabat sebagai sekretaris kedua di Kedutaan Besar Inggris di Moskow ini dituduh melakukan aktivitas spionase dan menyalahgunakan status diplomatiknya untuk mengumpulkan informasi sensitif yang mengancam keamanan negara.
Insiden ini merupakan pengusiran kedua sepanjang tahun 2026, yang menandai titik terendah hubungan kedua negara sejak era Perang Dingin. Menanggapi tuduhan tersebut, pihak pemerintah Inggris melalui Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) dengan tegas membantah klaim Moskow dan menyebut langkah pengusiran ini sebagai bagian dari kampanye intimidasi serta penyebaran narasi palsu terhadap staf diplomatik mereka.
