Rusia Siapkan Aturan Legalisasi Mobil Curian dari Uni Eropa

- Pemerintah Rusia tengah menyiapkan aturan baru yang memungkinkan legalisasi kendaraan curian dari Uni Eropa, berdasarkan instruksi Presiden Vladimir Putin untuk melindungi kepentingan pemilik di negara bermusuhan.
- Otoritas Rusia menghadapi kendala akses data kendaraan karena negara-negara Eropa, termasuk Jerman, menolak memberikan informasi terkait mobil yang masuk daftar pencarian internasional sejak konflik Ukraina berlangsung.
- Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) menyatakan tidak memiliki yurisdiksi atas permintaan Rusia mengenai kendaraan curian dan mencatat lebih dari 30 ribu kasus pencurian mobil sepanjang tahun 2024.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Rusia tengah mengkaji aturan baru yang memungkinkan kendaraan hasil curian dari Uni Eropa didaftarkan secara resmi di dalam negeri. Wacana ini muncul dari usulan Kementerian Dalam Negeri Rusia yang telah dibahas sejak awal Februari 2026.
Rencana tersebut memicu kekhawatiran di Jerman karena dinilai berpotensi meningkatkan aksi pencurian mobil di berbagai negara Eropa.
1. Pemerintah Rusia susun aturan atas perintah presiden

Dilansir Inquier yang mengutip laporan surat kabar Kommersant di Moskow, rancangan undang-undang ini disiapkan Kementerian Dalam Negeri Rusia berdasarkan instruksi Presiden Vladimir Putin. Kebijakan ini diarahkan untuk melindungi kepentingan pemilik kendaraan yang mobilnya telah masuk daftar pencarian internasional atas usulan negara-negara yang dikategorikan bermusuhan oleh Rusia.
Negara-negara yang masuk daftar tersebut meliputi 27 anggota Uni Eropa serta Swiss, Norwegia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Aturan ini juga akan mengesahkan status kendaraan yang dilaporkan hilang oleh Ukraina, yang diduga berasal dari wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Rusia.
2. Otoritas Rusia alami kendala akses data kendaraan

Saat ini, otoritas Rusia belum mengizinkan registrasi kendaraan yang tercatat dalam daftar pencarian internasional. Kementerian Dalam Negeri Rusia menyebut pihaknya kerap mengalami hambatan dalam mengidentifikasi alasan sebuah kendaraan masuk dalam basis data tersebut.
Sejak konflik Rusia dan Ukraina berlangsung, negara-negara yang dianggap bermusuhan tak lagi merespons permintaan informasi dari Rusia terkait kendaraan tersebut. Jerman disebut sebagai salah satu contoh yang paling menonjol.
Kementerian Dalam Negeri di Moskow menilai Berlin sengaja mengabaikan permintaan itu karena faktor politik. Dalam catatan mereka, terdapat 123 kendaraan yang dilaporkan Jerman dalam daftar pencarian internasional dan ditemukan di Rusia pada Januari 2026, tetapi otoritas Jerman tak memberikan penjelasan kepada Moskow terkait alasan penerbitan permintaan tersebut.
3. BKA Jerman jelaskan keterbatasan yurisdiksi kasus

Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA) yang menangani penyelidikan pencurian kendaraan menyatakan belum ada pertukaran informasi dengan Rusia terkait kasus serupa.
BKA mengakui adanya permintaan dari pihak Rusia mengenai kendaraan yang didaftarkan oleh Jerman.
“Namun, karena hal-hal ini terutama berkaitan dengan masalah hukum perdata (kepemilikan dan kepentingan pemilik dalam pemulangan), BKA tak memiliki yurisdiksi,” kata lembaga tersebut, dikutip DW.
Kantor Polisi Kriminal Federal juga menjelaskan bahwa angka 123 kendaraan itu hanya sebagian kecil dari total kasus pencurian di Jerman. Berdasarkan data BKA, sebanyak 30.373 kendaraan dicuri sepanjang 2024, dengan 8.858 kasus atau kurang dari 30 persen yang berhasil diselesaikan.


















