Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Banjir Landa Rusia, 327 Ribu Warga Kehilangan Akses Listrik

Banjir Landa Rusia, 327 Ribu Warga Kehilangan Akses Listrik
ilustrasi banjir (unsplash.com/Jonathan Ford)
Intinya Sih
  • Hujan ekstrem di Dagestan memicu banjir besar yang melumpuhkan transportasi, memutus listrik di 283 permukiman, dan membuat lebih dari 327 ribu warga kehilangan akses energi.
  • Tim penyelamat mengevakuasi puluhan warga dari rumah terendam hingga 1,5 meter di Makhachkala, sementara infrastruktur seperti jembatan dan jalan utama mengalami kerusakan parah.
  • Pemerintah menetapkan status darurat, menyiapkan bantuan finansial, tempat tinggal sementara, serta layanan medis dan psikologis bagi korban terdampak banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hujan ekstrem yang melanda Republik Dagestan, Kaukasus Utara, pada Sabtu (28/3/2026), memicu banjir bandang yang melumpuhkan berbagai sektor vital. Bencana ini menyebabkan genangan air luas di berbagai distrik dan memutus akses transportasi utama. Otoritas setempat segera mengambil langkah darurat untuk melindungi warga dan menjaga keamanan di wilayah terdampak.

Pemerintah Kota Makhachkala resmi menetapkan status keadaan darurat guna mempercepat pengerahan tim penyelamat dan penyaluran dana bantuan. Saat ini, Kementerian Situasi Darurat Rusia bersama pemerintah daerah tengah berkoordinasi intensif untuk memulihkan wilayah yang berstatus siaga tinggi tersebut.

1. Ratusan ribu warga terdampak pemadaman listrik total

Cuaca buruk memicu krisis energi massal yang memutus aliran listrik di 283 permukiman di seluruh Dagestan. Kerusakan jaringan terjadi mulai dari wilayah perkotaan yang padat hingga daerah pegunungan yang sulit dijangkau. Hujan deras yang terus berlangsung menghambat tim teknis dalam melakukan perbaikan. Krisis ini sangat berdampak pada kelompok rentan, terutama puluhan ribu anak-anak yang kini bertahan tanpa alat pemanas dan penerangan.

Otoritas manajemen darurat terus memantau situasi agar bantuan tersalurkan tepat sasaran ke wilayah yang terisolasi.

"Hingga pukul 12.00, sebanyak 283 permukiman dengan total 327.183 warga, termasuk 89.705 anak-anak, masih mengalami mati listrik total," jelas pihak kementerian, dilansir Fine Day Radio.

Pihak kementerian menekankan bahwa perbaikan memerlukan pengecekan menyeluruh pada gardu induk dan jaringan kabel yang rusak akibat pohon tumbang serta arus air. Prioritas pemulihan listrik diberikan kepada fasilitas kesehatan dan pusat evakuasi warga.

2. Evakuasi warga dari rendaman banjir

Banjir bandang merusak infrastruktur transportasi penting, termasuk ambruknya jembatan kereta api di wilayah Khasavyurt. Penutupan jalan utama, seperti rute Makhachkala-Buynaksk-Verkhny Gunib dan Terowongan Gimri, menyebabkan banyak pemukiman terisolasi.

Di pusat kota Makhachkala, khususnya Jalan Zarechnaya, banjir setinggi 1,5 meter merendam rumah dan kendaraan. Tim penyelamat harus menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

"Di Jalan Zarechnaya, air naik dengan cepat akibat saluran drainase yang tersumbat, sehingga merendam sekitar 20 rumah warga hingga setinggi 1,5 meter. Kami telah mengevakuasi 83 orang, termasuk tiga anak-anak, dan berhasil menyelamatkan empat orang lainnya," jelas pihak kementerian, dilansir Ground News.

Selain mengevakuasi warga, tim teknis berfokus membersihkan saluran air untuk mempercepat surutnya genangan di kawasan padat penduduk, meskipun arus deras masih menjadi kendala utama.

3. Pemerintah siapkan bantuan dana dan pemulihan bagi korban

Kepala Wilayah Sergei Melikov memimpin koordinasi untuk mendata kerugian ekonomi dan menyiapkan bantuan sosial bagi korban banjir. Mengingat curah hujan tinggi diprediksi berlanjut hingga Minggu, pemerintah meminta warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor.

Sebagai bentuk perlindungan ekonomi, Kantor Wali Kota Makhachkala berkomitmen memberikan bantuan finansial sesuai tingkat kerusakan yang dialami warga. Setelah penilaian terhadap kerusakan properti selesai, kompensasi berupa uang dan dukungan sosial akan segera dibayarkan kepada penduduk yang terdampak.

Selain kompensasi finansial, pemerintah menyediakan tempat tinggal sementara, layanan medis, serta dukungan psikologis bagi korban, khususnya bagi lansia dan anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More