Jakarta, IDN Times - Senja turun di Gaza pada Selasa ketika saf-saf jemaah berdiri untuk salat. Namun, mereka tidak memenuhi masjid yang utuh, melainkan berdiri di atas reruntuhan bangunan yang pernah menjadi pusat ibadah.
Untuk pertama kalinya sejak perang dua tahun Israel di wilayah itu berakhir, warga Palestina menyambut awal bulan suci Ramadan dalam situasi gencatan senjata yang rapuh. Salat Tarawih digelar di halaman yang masih dipenuhi puing dan di ruang-ruang darurat yang dibuat dari lembaran nilon serta papan kayu.
Banyak masjid di seluruh Gaza sudah tidak lagi berdiri. Kubah dan menara yang dulu menjadi penanda kini berganti terpal plastik, sementara lantai marmer berubah menjadi beton tak rata dan pasir. Di saat doa-doa dipanjatkan, drone pengintai Israel masih berputar di langit beberapa wilayah, mengingatkan bahwa ketenangan yang ada belum sepenuhnya kokoh.
