Comscore Tracker

WHO Akui Memang Ada Bukti Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara

WHO didesak untuk ubah panduan mencegah COVID-19

Jakarta, IDN Times - Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengakui ada bukti yang tengah berkembang bahwa virus corona dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang melayang di udara. Seorang pejabat berwenang di WHO mengatakan ada bukti bahwa virus Sars-CoV-2 bisa menyebar di udara dalam situasi udara yang buruk atau dalam kondisi padat. 

Bila bukti-bukti ini terkonfirmasi, maka hal tersebut bisa berdampak pada pembuatan panduan untuk cara mencegah pandemik di area tertutup. Pemimpin Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi mengatakan bukti bahwa virus corona menyebar melalui transmisi udara di sistem pengaturan udara yang buruk, tertutup dan kerumunan padat tidak bisa dikesampingkan. 

Namun, menurut jurnalis BBC di Jenewa, Imogen Foulkes, bukti-bukti yang diserahkan ke WHO harus diteliti secara menyeluruh. Namun, bila bukti-bukti itu terkonfirmasi maka anjuran untuk mencegah bagaimana virus ini menyebar dan menular ke manusia lain harus diubah. 

"Bahkan, bisa saja memicu terhadap penggunaan masker untuk orang banyak dan menjaga jarak lebih jauh ketika berada di tempat-tempat umum seperti bar, restoran dan transportasi umum," kata Foulkes. 

Lalu, bukti-bukti apa saja yang mendukung bahwa virus corona bisa melayang-layang di udara?

1. 239 ahli kesehatan mengklaim virus corona bisa menular melalui udara

WHO Akui Memang Ada Bukti Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara(Ilustrasi pasien virus corona) ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Harian New York Times Selasa, 7 Juli 2020 melaporkan sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara mengirimkan surat terbuka yang menggaris bawahi adanya bukti-bukti partikel kecil virus corona yang melayang-layang di udara bisa menular ke manusia. Caranya, manusia menghirup partikel kecil tersebut. 

Mereka mendorong agar WHO merevisi rekomendasi untuk pencegahan COVID-19. Bahkan, para ilmuwan itu berencana mempublikasikan surat terbuka itu di jurnal sains pada pekan depan. 

Ratusan ilmuwan itu mendasarkan bukti salah satunya pada hasil wawancara ke hampir 20 ilmuwan lainnya termasuk puluhan konsultan WHO dan beberapa anggota komite  yang membuat panduan tersebut. Hasilnya, berdasarkan penelitian mereka, cairan droplet yang keluar usai manusia bersin dan berada di udara atau cairan droplet berukuran lebih kecil, mungkin tetap berada di ruangan itu. Ketika ada orang lain yang berada di ruangan tersebut, maka ia bisa menghirupnya dan dapat menularkan ke orang tersebut. 

Baca Juga: 239 Ahli di Seluruh Dunia Klaim COVID-19 Airborne, Menular lewat Udara

2. Ilmuwan yang menulis surat terbuka tidak bermaksud menyerang WHO

WHO Akui Memang Ada Bukti Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Salah satu ahli kimia dari Universitas Colorado yang ikut tanda tangan di surat terbuka itu,  Jose Jimenez, mengatakan, mereka tidak bermaksud untuk menyerang WHO melalui dokumen tersebut. 

"Ini merupakan perdebatan sains. Tetapi, kami merasa kami perlu memberi tahu publik karena mereka menolak mendengarkan bukti-bukti usai mengajak mereka berdialog," kata Jimenez dan dikutip kantor berita Reuters

Ahli lainnya yang ikut menanda tangani dokumen itu, Benjamin Cowling dari Universitas Hong Kong mengatakan temuan itu menjadi fakta penting, khususnya bagi petugas medis. 

"Bila penularan melalui udara berisiko maka para petugas kesehatan itu harus benar-benar mengenakan peralatan pencegahan yang terbaik," tutur Cowling. 

3. WHO selama ini menganjurkan upaya pencegahan dengan mengenakan masker dan cuci tangan

WHO Akui Memang Ada Bukti Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udarapixabay/jasmin_sessler

Sebelumnya, anjuran WHO bagi publik agar terhindar dari pandemik yakni dengan menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun. Cairan droplet diyakini menempel ke permukaan, maka aktivitas cuci tangan selalu ditekankan. 

Namun, dengan adanya temuan baru bahwa virus Sars-CoV-2 bisa menyebar di udara melalui partikel yang lebih kecil dan bertahan selama berjam-jam di ruangan tertutup, maka WHO didorong untuk mengubah anjurannya. 

Namun, sejauh ini WHO belum mengubah anjuran resminya ke publik. Kita tunggu ya, guys perkembangannya. 

Baca Juga: Trump Kirim Surat ke PBB untuk Proses Keluar dari Keanggotaan WHO

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya