Jakarta, IDN Times - Perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, menutup kilang minyak Ras Tanura usai diserang pesawat tak berawak Iran, pada Senin (2/3/2026). Akibat serangan itu, kebakaran melanda kilang Ras Tanura.
Berdasarkan laporan India Today, kilang minyak itu ditutup sebagai upaya mitigasi yang diambil perusahaan atas eskalasi yang kian memburuk antara Iran, Israel, dan AS.
Kompleks Ras Tanura yang berada di pantai Teluk kerajaan, merupakan salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bpd), dan berfungsi sebagai terminal ekspor penting untuk minyak mentah Saudi.
Serangan terhadap Ras Tanura juga menandai serangan pertama Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Dikutip dari The National, kawasan ini memiliki konsentrasi infrastruktur hulu yang padat, termasuk kilang minyak, jaringan pipa, dan pusat pengolahan minyak mentah dan gas.
Diketahui, Iran melancarkan serangan pesawat tak berawak ke sejumlah negara Teluk, serta lokasi-lokasi tertentu di beberapa negara regional yang menjadi tempat pangkalan AS, terutama Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Sejauh ini, serangan Iran telah menghantam Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Di dalam Iran, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 luka-luka akibat serangan AS-Israel sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah makin memicu kekhawatiran global setelah Iran melalui Garda Revolusinya (IRGC) memberi peringatan kepada kapal-kapal bahwa mereka tidak boleh melewati Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi titik penting bagi pengiriman minyak dunia.
Pernyataan ini dikabarkan disampaikan lewat radio VHF kepada kapal-kapal yang melintas, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran tentang penutupan formalnya.
Dilansir BBC, sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima siaran radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang memperingatkan bahwa kapal-kapal tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Disebutkan pesan itu disampaikan langsung kepada kapal komersial yang berada di sekitar jalur air strategis tersebut.
