Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebut Kota AS Bisa Jadi Korban Perang, Trump Dikecam Tokoh Politik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/WhiteHouse)
  • Donald Trump dalam pidato di Nebraska mengaitkan perang Timur Tengah dengan tekanan harga domestik dan menyebut kemungkinan Los Angeles serta San Diego menjadi korban serangan balasan Iran.
  • Gubernur Gavin Newsom serta wali kota San Diego dan Los Angeles mengecam pernyataan Trump, menilai keselamatan warga sipil dan kawasan pangkalan militer tidak boleh dijadikan retorika politik.
  • Politisi Republik California Jim Desmond turut menolak narasi Trump, sementara Gedung Putih menyatakan pidato itu menggambarkan risiko ekstrem yang diklaim telah dihindari melalui operasi militer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai potensi dampak konflik bersenjata dengan Iran memicu polemik luas di panggung politik Amerika Serikat. Pidato yang menyinggung risiko keselamatan kota-kota di wilayah barat AS tersebut menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Sejumlah pemimpin daerah secara terbuka memprotes narasi yang dinilai mengesampingkan keselamatan warga sipil demi kepentingan geopolitik. Perdebatan ini turut memicu kekhawatiran publik mengenai arah kebijakan pertahanan nasional pemerintah federal.

1. Pidato Presiden Donald Trump di Nebraska terkait dukungan militer AS

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Matt Johnson via commons.wikimedia.org/Matt Johnson)

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di kawasan pertanian Grand Island, Nebraska, guna menggalang dukungan politik terhadap keterlibatan militer AS di Timur Tengah. Wilayah lumbung pangan tersebut dipandang strategis untuk memperkuat legitimasi kebijakan luar negeri pemerintahannya.

Trump turut mengaitkan lonjakan harga kebutuhan pokok, bahan bakar, dan pupuk di tingkat domestik sebagai dampak ketidakstabilan pasar global akibat perang. Menurutnya, tekanan ekonomi jangka pendek tersebut merupakan pengorbanan yang wajar demi menumpas kekuatan musuh.

Namun, pidato tersebut memicu ketegangan publik ketika Trump mengandaikan kemungkinan kehancuran kota-kota di pesisir Pasifik akibat serangan balasan lawan.

"Mereka bisa melenyapkan sebuah kota, biarkan mereka melenyapkan Los Angeles, biarkan mereka melenyapkan San Diego, ini adalah harga yang sangat kecil yang harus dibayar," kata Trump yang disambut sorakan pendukungnya.

2. Reaksi keras Gubernur California terhadap pernyataan presiden

Gubernur California Gavin Newsom. (Wikimedia Commons/U.S. Space Force photo by Airman 1st Class Ryan Quijas)

Gubernur California, Gavin Newsom, bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut dan menilai bahwa sang presiden secara serampangan menempatkan keselamatan jutaan warga sipil dalam bahaya.

Kritik senada disampaikan Wali Kota San Diego, Todd Gloria, yang mendesak pemerintah pusat agar tidak menjadikan kawasan pesisir serta pangkalan ribuan prajurit aktif sebagai materi retorika yang berisiko. Sementara itu, Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, memastikan otoritas lokal tidak akan tinggal diam jika keselamatan masyarakat dijadikan bahan pertaruhan politik.

"Peran seorang presiden adalah melindungi negara, bukan malah mengancam dan mendorong serangan terhadap kehidupan warga Amerika," tegas Bass.

3. Perbedaan sikap internal Partai Republik menjelang pemilihan legislatif

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Gelombang keberatan terhadap narasi presiden juga disuarakan oleh politisi Partai Republik di California, Jim Desmond. Purnawirawan militer tersebut secara terbuka menentang pernyataan pimpinan partainya demi memperjuangkan keselamatan warga di daerah pemilihannya.

Desmond menegaskan bahwa kewajiban utama aparatur negara adalah menjaga keamanan rakyat dan memastikan ancaman musuh dapat dicegah sejak dini. Silang pendapat ini sekaligus mencerminkan perbedaan sikap di internal Partai Republik menjelang pemilihan anggota legislatif.

Menanggapi kontroversi yang meluas, pihak Gedung Putih segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan konteks pidato tersebut. Juru bicara kepresidenan berdalih bahwa presiden hanya menggambarkan potensi risiko ekstrem yang justru berhasil dihindari berkat ketegasan operasi militer terhadap ancaman fasilitas nuklir Iran.

"Kepanikan media atas komentar Presiden Trump sama sekali tidak berakar pada kenyataan," ujar Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article